Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Merajut Tradisi, Membangun Mimpi (T.488a)

Merajut Tradisi, Membangun Mimpi (T.488a)

Di tengah hiruk pikuk dunia pendidikan modern, sosok guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) bernama Pak Tito hadir dengan dedikasi yang tak biasa. Lebih dari sekadar seorang wali kelas yang mengampu berbagai mata pelajaran umum, Pak Tito adalah ruh bagi pelestarian seni tari tradisional di MI tempatnya mengabdi. Semangatnya yang membara dan kecintaannya pada warisan budaya bangsa telah menginspirasi banyak siswanya untuk turut mencintai dan melestarikan seni tari.

Setiap sore, setelah menyelesaikan tugas-tugas akademis, ruang kelas Pak Tito bertransformasi menjadi sanggar tari sederhana. Gerak gemulai tari Saman yang penuh semangat, kelincahan tari Melayu yang memukau, atau kegigihan tari Punjari yang memesona, semua diajarkan dengan penuh kesabaran dan ketelatenan. Pak Tito tidak hanya mengajarkan teknik gerakan, tetapi juga menanamkan pemahaman akan makna filosofis yang terkandung dalam setiap tarian. Ia bercerita tentang sejarahnya, nilai-nilai luhur yang ingin disampaikan, dan bagaimana tarian tersebut menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Indonesia.

Upaya Pak Tito tidak sia-sia. Berkat bimbingannya, siswa-siswi MI asuhannya berhasil menorehkan prestasi yang membanggakan di tingkat kabupaten walau pulang tanpa membawa tropi. Mereka tampil memukau dalam berbagai ajang perlombaan tari tradisional, mengharumkan nama madrasah, dan yang terpenting, menumbuhkan rasa percaya diri serta kebanggaan akan budaya sendiri. Tak hanya itu, kelompok tari binaan Pak Tito juga kerap dipercaya untuk mengisi acara-acara penting di tingkat kabupaten, seperti pembukaan Pekan Olah Raga dan Seni Madrasah Ibtidaiyah (PORSENI MI) dan acara perpisahan siswa kelas 6. Setiap penampilan mereka selalu berhasil memukau penonton dan meninggalkan kesan mendalam.

Namun, di balik dedikasinya yang begitu besar, Pak Tito menyimpan sebuah impian yang tulus. Ia berharap agar madrasahnya mendapatkan legalitas dan pengakuan resmi dari pihak terkait, terutama dalam hal pelestarian tradisi kesenian tari tradisional. Ia melihat bagaimana Madrasah lain di Kabupaten Jember, seperti MIN 5 Jember yang dikenal dengan program unggulan Tilawahnya,MIN 3 Jember sebagai Madrasah Nasionlis berhasil mendapatkan pengakuan dan rekomendasi dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten. Pak Tito berharap, dengan pengakuan tersebut, eksistensi seni tari di madrasahnya akan semakin kuat dan berkelanjutan.

Pak Tito menyadari betul pentingnya dukungan dari berbagai pihak untuk mewujudkan impiannya. Ia aktif menjalin komunikasi dengan tokoh-tokoh seni dan budaya di tingkat kabupaten, berupaya membangun jaringan dan mencari masukan untuk mengembangkan program seni tari di madrasahnya. Ia juga tidak pernah lelah untuk menyampaikan visinya kepada pihak madrasah dan komite sekolah, meyakinkan mereka akan pentingnya seni tari sebagai bagian integral dari pendidikan karakter siswa.

Meskipun belum ada jaminan impiannya akan terwujud sepenuhnya, Pak Tito tidak pernah merasa patah semangat. Baginya, yang terpenting adalah terus menanamkan kecintaan pada seni tari di kalangan siswa-siswinya. Ia percaya bahwa meskipun pengakuan formal belum didapatkan, semangat dan keterampilan yang telah ditanamkan akan terus hidup dan berkembang dalam diri anak-anak didiknya. Ia bertekad untuk terus menjadi suluh yang menerangi jalan pelestarian kesenian tari di MI tempatnya mengabdi, mewariskan keindahan gerak dan makna tradisi kepada generasi penerus bangsa.

Kisah Pak Tito adalah cerminan dari dedikasi seorang guru yang melampaui batas-batas tugas formal. Ia adalah pahlawan seni di lingkungan pendidikan madrasah, seorang yang gigih menjaga warisan budaya di tengah arus modernisasi. Semangatnya yang tak pernah padam adalah inspirasi bagi kita semua untuk terus mencintai dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia, demi masa depan generasi yang lebih berbudaya dan berkarakter. Semoga kisah Pak Tito dapat menginspirasi lebih banyak guru dan pihak terkait untuk memberikan perhatian dan dukungan yang lebih besar terhadap pengembangan seni dan budaya di lingkungan pendidikan.

=============================================================

Garahan. 26 Juni 2025 / Kamis Kliwon, 29 Dzulhijjah 1446 H, 22.24 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post