Pasti macet di Jalan Jember-Banyuwangi (T.486a)
Siang ini berangkat menuju koleman (bhs.Madura) yaitu menghadiri acara pernikahan saudara yang berada di lain kecamatan. Awalnya mau bawa sepeda motor dengan muatan berat karena membawa dua anak dan satu istri hehehe, sang istri tidak mau kalau bawa motor karena cuaca hujan, ia berinisiatif pakai mobil. Saya sampaikan kalau mobilnya persediaan bensin sedikit, eh Bundahara keluarga bilang "Tenang yah, ada uang bensin nih, Ayo panasin dulu mobilnya." Tanpa basa-basi, saya pun langsung menuju garasi menghidupkan mesin mobil.
Perjalanan menuju Shohibul hajah lancar jaya tidak ada kendala lalu lintas selama perjalanan walau dalam keadaan hujan sampai ke rumah tujuan yang berada di kecamatan Mayang arah barat menuju Jember jalan menurun dari arah rumah yang berada di daerah pegunungan. Dengan senyum ceria acara koleman, shohibul hajah memberikan penyambutan yang ramah mempersilahkan duduk selanjutnya dipersilahkan makan besar yang sudah tersaji didepan mata, selesai makan berat langsung capcuz pamitan kepada tuan rumah dengan menyisipkan amplop pada shohibul hajah. Mampir sebentar kerumah saudara sebentar dan langsung pulang menuju tempat lahir menjenguk ibu yang sakit.

Setelah menjenguk Ibu, ba'da isya' pamitan pulang, alangkah terkejutnya dari mulut gang nampak deretan mobil berjalan seperti pengantin baru merangkak menuju arah Banyuwangi, mau menyebrang saja butuh lima menitan, waduh pasti kalau dari arah Jember sudah macet maka dapat dipastikan akan macet sampai rumah. Benar saja hanya beberapa puluh meter saja mobil mengalami macet parah bergeser sedikit langsung macet hampir satu kilometer, akhirnya mobil menepi ke bahu jalan menunggu lalu lintas lancar. Setelah ditelusuri penyebab kemacetan adalah aktivitas truk muatan tebu sejak bulan Mei sampai bulan Agustus memasuki masa panen yang dikirim dari arah Jember dan sekitarnya menuju Pabrik Gula di Glenmore Banyuwangi, truk besar muatan berat juga menyumbang kemacetan. Daerah Sempolan sampai ke Garahan jalannya menanjak panjang dan menikung karena berada dikawasan pegunungan. Lalu lalang truk bermuatan berat akan berdampak kemacetan disore sampai malam hari, sering kali di kawasan ini truk mengalami mogok setiap hari sudah dapat dipastikan.
Kendaraan bermotor semakin banyak namun fasilitas jalan belum memadai untuk menghindari kemacetan. Saya berandai-andai, kapan jalan raya ini diperlebar atau dibuatkan jalan alternatif atau juga dibuatkan tol untuk memperlancar perekonomian khususnya dalam segi transportasi? sudah ada Jalan Lintas Selatan (JLS) namun belum beroperasi karena ada banyak gunung yang harus di ratakan terlebih dahulu khususnya di kawasan Puger. Semoga dalam waktu dekat proyek ini bisa beroperasi.
===================================================================
Garahan, 25 Juni 2025 / Rabu Pahing, 28 Dzulhijjah 1446 H, 21.24 WIB
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
