Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Alam Menjerit, Manusia Harus Merenung (T.506b)

Alam Menjerit, Manusia Harus Merenung (T.506b)

Bencana banjir bandang yang melanda wilayah lereng Gunung Raung, tepatnya di kawasan hutan pinus Garahan hingga Desa Sumberjati, menggugah kesadaran banyak pihak. Bencana ini tidak hanya menyapu tanaman kopi siap panen, tetapi juga memperlihatkan secara nyata bagaimana dampak kerusakan lingkungan akibat ulah manusia.

Musibah banjir bandang tersebut terjadi akibat beberapa faktor penyebab yang saling berkaitan. Curah hujan tinggi di sekitar kawasan Gunung Raung meningkat drastis dalam beberapa hari terakhir. Hal ini diperparah oleh aktivitas erupsi kecil yang terjadi secara bertahap, menyebabkan ketidakstabilan lereng. Namun faktor terbesarnya datang dari tangan manusia sendiri penebangan pohon pinus yang telah berumur lebih dari 40 tahun, penebangan liar, dan alih fungsi hutan menjadi lahan produktif menyebabkan kawasan penyangga air tidak lagi mampu menyerap curah hujan secara maksimal.

Saya dan istri menyempatkan diri untuk melihat langsung perubahan mencolok di kawasan hutan pinus dan kebun kopi di kawasan Bujuk Mellas Sumberjati. Sebuah sungai kecil yang dahulu mengalir tenang di tengah hutan kini berubah drastis. Sungai itu kini melebar dan alirannya menggerus tebing serta dasar sungai. Jika sebelumnya dasar sungai hanya sedalam beberapa sentimeter, kini menjadi sekitar 4 hingga 5 meter. Air bah tidak hanya menyeret glondongan kayu dan semak belukar, tetapi juga ratusan bahkan ribuan pohon kopi yang siap panen. Buah-buah kopi itu terbawa arus hingga ke dataran rendah, menggenangi wilayah Desa Sumberjati dan sekitarnya.

Kerusakan ini menjadi cermin besar bagi kita semua. Jangan salahkan alam bila bencana alam terjadi. Alam hanya merespon atas kerusakan yang kita timbulkan sendiri. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surah Ar-Rum ayat 41:

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum: 41)

Bencana ini seharusnya menjadi teguran keras bagi kita sebagai khalifah di bumi. Sudah saatnya kita berhenti memperlakukan hutan dan gunung sebagai ladang eksploitasi semata. Mari kembalikan fungsi alam sebagai penjaga kehidupan, bukan hanya penopang ekonomi sesaat.

Sumber foto:

**(censored)**;set=pcb.122159695628481044

**(censored)**;set=pcb.2015198595932229

==================================================================

Garahan, 14 Juli 2025/ Senin Pahing, 18 Muharram 1447 H, 22.50 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post