Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Hira, Si Ulat hijau yang sabar (T.509)

Hira, Si Ulat hijau yang sabar (T.509)

Bab 8: Teman Baru, Si Bunga Ceria Lala

Matahari pagi muncul malu-malu di balik awan. Embun masih bergelayut di ujung-ujung daun, dan angin berhembus pelan, membuat bunga-bunga bergoyang seperti sedang menari. Hari itu terasa istimewa. Ada keheningan yang menyenangkan, seperti alam sedang bersiap memberi kejutan manis.

Hira merayap perlahan di atas batu kecil. Ia baru saja selesai sarapan selembar daun ketela muda. Rasanya tidak terlalu lezat, tapi cukup untuk mengisi tenaga.

Saat melewati sudut kebun yang belum pernah ia kunjungi, ia melihat sesuatu yang berbeda. Di antara rerumputan dan semak rendah, tumbuhlah sebuah bunga kecil berwarna merah muda cerah. Kelopaknya lebar, ujungnya sedikit melengkung, dan wajahnya menghadap ke langit. Ia tampak bersinar sendiri di antara daun-daun hijau.

“Siapa itu?” gumam Hira penasaran.

Ia mendekat perlahan, dan sebelum sempat menyapa, bunga itu berseru riang, “Haiiii! Selamat pagi! Wah, kau lucu sekali!”

Hira terkejut, tapi ikut tersenyum:

“Selamat pagi. Aku Hira. Kamu siapa?”

“Aku Lala, bunga ceria!” jawab bunga itu dengan nada riang.

“Aku baru mekar tiga hari yang lalu. Dunia ini luar biasa, ya? Lihat langit, dengar burung, dan rasakan angin! Semuanya menyenangkan!”

Hira tertawa kecil:

“Kau sangat semangat, ya?”

“Tentu dong!” seru Lala.

“Aku tidak tahu berapa lama aku akan mekar, jadi setiap harinya harus kuisi dengan senyum dan tawa!”

Hira merasa hangat di hati. Teman barunya itu tampak penuh energi dan menyenangkan. Sifatnya sangat berbeda dari dirinya yang kalem dan pendiam. Tapi justru itulah yang membuat mereka cocok.

Lala bertanya sambil memiringkan kelopaknya:

“Apa kau selalu berjalan pelan seperti itu, Hira?”

“Iya,” jawab Hira:

“Aku memang tidak bisa cepat. Tapi aku senang bisa melihat banyak hal yang indah di sepanjang jalan.”

“Wah, seru juga ya! Kalau aku diam terus, takut ketinggalan cerita. Jadi aku suka bernyanyi dan menyapa siapa saja yang lewat,” kata Lala sambil menyenandungkan lagu kecil.

Hira tersenyum. Lala memang berbeda, tapi hatinya baik. Ia tidak menertawakan Hira, tidak menyombongkan diri, dan selalu mengajak tertawa. Mereka berbincang cukup lama. Lala bercerita tentang tetesan embun yang jatuh di pagi hari, tentang kupu-kupu yang singgah sebentar, dan tentang suara jangkrik di malam sunyi.

Hira pun bercerita tentang semut kecil bernama Riri, tentang daun tua yang bijaksana, dan tentang kejadian-kejadian yang ia lalui dengan sabar.

Lala mendengarkan sambil mengangguk-angguk:

“Kau ulat yang hebat, Hira. Kau punya banyak kisah, dan semuanya penuh makna.”

“Terima kasih, Lala,” jawab Hira lembut.

“Kau juga bunga yang luar biasa. Energimu membuat dunia tampak lebih cerah.”

Saat mereka sedang asyik berbincang, lewatlah Capung Jingga dengan gaya khasnya. Ia berhenti di dekat Lala, lalu berkata sinis,

“Bunga kecil yang terlalu banyak bicara… dan si ulat pelan lagi? Wah, pasangan yang cocok!”

Tapi Lala tidak marah. Ia justru tersenyum ceria.

“Hai Capung! Kamu sudah sarapan? Coba sesekali berhenti dan nikmati angin. Kamu pasti lebih bahagia!”

Capung bingung melihat respons Lala yang ceria dan tidak mudah tersinggung. Ia pun terbang pergi tanpa sempat mengejek lagi.

Hira menoleh ke Lala dan berkata pelan,

“Kau luar biasa, Lala. Kau membalas ejekan dengan keceriaan.”

Lala tertawa,

“Hidup terlalu singkat untuk marah-marah. Lebih baik tertawa, bersyukur, dan terus menyebarkan senyum!”

Dan sejak hari itu, Hira punya teman baru yang ceria dan penuh semangat. Mereka berbeda, tapi saling melengkapi. Hira mengajarkan kesabaran, dan Lala mengajarkan keceriaan.

Di bawah sinar matahari pagi, mereka berdua duduk bersama. Bunga yang ceria dan ulat yang sabar. Dua makhluk kecil yang sama-sama ingin menjadikan dunia kebun mereka sedikit lebih baik, dengan kebaikan yang sederhana dan hati yang lapang.

==========================================================

Garahan, 17 Juli 2025 / Kamis Kliwon, 21 Muharram 1447 H, 07.45 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post