Hira, Si Ulat kecil yang sabar (T.504)
Hari berganti, dan pagi di kebun bunga kembali cerah. Burung-burung kecil berkicau riang dari dahan ke dahan, bunga-bunga mekar dengan warna-warna yang semarak, dan embun pagi masih menempel di ujung daun.
Hira bangun dengan semangat baru. Meskipun kemarin ia diejek dan harus rela melepaskan daun lezatnya, ia tak menyimpan dendam. Ia percaya bahwa hari ini akan menjadi lebih baik.
“Selamat pagi, dunia!” sapanya pelan.
Ia pun mulai berjalan di sepanjang ranting pohon, mencari daun muda yang segar. Di tengah perjalanannya, tiba-tiba terdengar suara loncatan keras dari arah semak belukar.
“Boink! Boink! Boink!”
Itu adalah Belalang Sombo, si serangga hijau besar yang terkenal suka mengejek siapa saja. Tubuhnya kekar, kakinya panjang, dan suaranya nyaring.
“Hei, hei! Siapa itu yang merayap di ranting?” teriak Belalang Sombo sambil mendarat di depan Hira.
“Oh, ternyata hanya si ulat kecil yang lambat!”
Hira berhenti dan menatap Sombo dengan tenang.
“Selamat pagi, Sombo.”
Belalang tertawa keras.

“Kenapa kau masih di sini, Hira? Kau tak bosan jadi ulat yang jelek dan menyedihkan? Lihat aku! Aku bisa melompat tinggi, cepat, dan semua serangga takut padaku!”
Hira tidak berkata-kata. Ia hanya tersenyum kecil dan tetap diam.
Sombo melanjutkan,
“Coba kau bayangkan, kalau aku yang jadi pemimpin kebun ini, aku akan melarang ulat malas seperti kamu memakan daun-daun enak!”
Hira tahu Sombo suka berlebihan. Tapi ia tak ingin bertengkar. Ia hanya mengangguk perlahan dan menjawab dengan sabar,
“Aku memang tidak bisa melompat seperti kamu, Sombo. Tapi aku juga berusaha menjadi baik setiap hari.”
Sombo terdiam sebentar, lalu tertawa lagi.
“Baik? Apa gunanya jadi baik kalau kamu tetap lemah dan jelek?”
Dari kejauhan, Bunga Lila menggeleng pelan. Ia merasa sedih melihat Sombo selalu mencari cara untuk merendahkan Hira. Ia tahu Hira selalu sabar, tapi tetap saja tidak enak melihat temannya dihina.

Tak lama kemudian, seekor semut tua yang berjalan membawa remah daun berhenti tak jauh dari mereka. Ia menyimak percakapan itu, lalu mendekat.
“Sombo,” kata semut dengan suara lembut tapi tegas,
“Kau memang kuat dan bisa melompat tinggi, tapi kekuatan tanpa hati yang baik hanya akan menyakiti.”
Sombo mengerutkan dahi.
“Apa maksudmu, Semut Tua?”
Semut tersenyum bijak.
“Hira mungkin kecil dan lambat, tapi ia tidak pernah menyakiti siapa pun. Ia sabar, dan itu adalah kekuatan yang tidak semua serangga punya.”
Sombo mengangguk-angguk, walau wajahnya tampak masih kesal.
Sementara itu, Hira hanya tersenyum dan berkata,
“Aku tidak ingin menjadi serangga paling cepat atau paling kuat, aku hanya ingin menjadi Hira yang tetap bersyukur dan sabar.”
Angin pagi bertiup pelan, seperti ikut mengelus hati semua makhluk di kebun itu. Bunga-bunga bergoyang lembut, dan bahkan capung yang lewat tampak memperhatikan.
Belalang Sombo terdiam. Dalam hatinya, ia merasa heran. Mengapa Hira tidak pernah marah? Mengapa ulat kecil itu begitu tenang?
Ia pun melompat pergi sambil berkata,
“Hmmmmm, lain kali aku akan buktikan bahwa lompatanku lebih hebat dari kesabaranmu!”
Hira hanya menatapnya pergi. Ia tahu, tidak semua makhluk bisa berubah dalam sehari. Tapi ia percaya, suatu hari nanti, bahkan Belalang Sombo bisa belajar arti dari menjadi baik.
Hari pun terus berjalan, dan Hira melanjutkan perjalanannya mencari daun sederhana untuk sarapan. Dalam hatinya ia berbisik,
“Aku tidak akan lelah menjadi baik, meskipun tidak semua menyukai kebaikanku.”
===========================================================================================
Garahan, 12 Juli 2025 / Sabtu Kliwon, 16 Muharram 1447 H, 09.39 WIB

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
