Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Hira, Si ulat kecil yang sabar (T.511)

Hira, Si ulat kecil yang sabar (T.511)

Bab 10: Kejutan dari Langit Malam

Malam turun perlahan di atas kebun yang baru saja melewati hujan deras. Langit tampak bersih, seperti baru dicuci oleh air langit. Aroma tanah basah masih tercium, dan daun-daun berkilau karena sisa tetesan embun. Angin berembus lembut, membuat suasana terasa sangat tenang.

Hira meringkuk nyaman di bawah daun besar bersama Lala dan Riri. Mereka bertiga belum ingin tidur. Malam itu terasa istimewa, entah mengapa.

“Aku suka malam setelah hujan,” bisik Riri sambil memandang langit.

“Udara jadi sejuk, dan semuanya terasa segar.”

“Aku suka bintang-bintangnya,” kata Lala pelan.

“Kelopakku seolah ikut berkilau setiap kali melihat cahaya dari langit.”

Hira mengangguk setuju. Ia memang bukan makhluk malam, tapi malam hari membuatnya merasa lebih tenang. Ia merasa seperti sedang berbicara langsung dengan alam.

Tiba-tiba, dari balik awan tipis, bintang-bintang mulai bermunculan satu per satu. Mereka berkedip seolah sedang menyapa bumi. Dan tak lama kemudian...

"Ciaaattt..."

Sebuah cahaya meluncur cepat di langit.

“Astaga!” seru Lala.

“Itu... itu bintang jatuh, ya?”

“Waaa!” Riri melompat kegirangan.

“Aku pernah dengar! Kalau kita melihat bintang jatuh, kita boleh membuat harapan!”

Hira menatap langit dengan mata membulat. Ia belum pernah melihat cahaya seindah itu. Langit gelap dihiasi jalur cahaya yang berpendar perlahan, seakan menulis pesan rahasia di atas sana.

“Apa kita... membuat harapan sekarang?” tanya Hira, ragu.

“Tentu!” jawab Lala ceria.

“Cepat! Tutup mata, dan bisikkan dalam hati!”

Ketiganya pun memejamkan mata.

Lala berharap agar ia bisa terus menyebarkan keceriaan walau nanti kelopaknya layu. Riri berharap bisa membantu lebih banyak makhluk kecil lain di kebun. Dan Hira...

Dalam hati kecilnya, Hira berbisik, "Aku ingin menjadi makhluk yang bermanfaat dan... aku ingin tahu rasanya bisa terbang di langit seperti bintang itu."

Saat membuka mata, ketiganya saling tersenyum.

“Wah, aku merasa lebih ringan!” kata Lala.

“Aku juga!” timpal Riri.

“Entah kenapa, hatiku senang sekali!”

Hira menatap langit kembali. Ia tahu harapan tidak selalu terwujud besok pagi. Tapi malam ini, hatinya seperti diselimuti semangat baru.

“Kadang,” kata Hira pelan,

“kita tak butuh apa-apa selain langit malam untuk mengingatkan bahwa dunia ini sangat luas, dan kita adalah bagian kecil yang istimewa.”

Lala menoleh padanya.

“Itu kalimat terindah yang kudengar malam ini.”

“Dan kau yang mengatakannya,” tambah Riri bangga.

Angin malam kembali berembus, kali ini membawa suara jangkrik yang bernyanyi di kejauhan. Daun-daun bergoyang pelan, seolah ikut mengangguk mendengar ucapan Hira.

Tanpa mereka sadari, beberapa makhluk kecil mulai berdatangan: seekor keong kecil, dua kunang-kunang, bahkan laba-laba tua yang jarang keluar dari jaringnya.

Mereka semua duduk diam, memandangi langit bersama-sama.

“Kita semua... melihat langit yang sama malam ini,” gumam Hira.

Dan di bawah cahaya bintang yang lembut, tak ada yang merasa lebih tinggi, lebih cepat, atau lebih kuat. Semua hanya makhluk kecil yang berbagi rasa kagum akan keindahan alam.

Malam itu, langit tidak hanya memberi cahaya. Ia memberi harapan. Ia memberi keheningan yang menyentuh. Ia memberi ruang untuk bermimpi, dan kesempatan untuk mempercayai bahwa setiap makhluk, sekecil apa pun, punya hak untuk berharap.

Dan di tengah kebun yang damai, Hira, si ulat kecil yang sabar, tertidur dengan senyum. Karena ia tahu, suatu hari nanti, harapannya mungkin akan terbang tinggi… seperti bintang jatuh di langit malam.

=================================================================

Garahan, 19 Juli 2025 / Sabtu, 23 Muharram 1447 H, 08.18 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post