Kangen berpuisi ditengah malam (T.510)
Entahlah
kenapa malam ini merindukan menulis puisi
Sadar akan keelokkan bahasa puisi
Santun berpribahasa
Ramah dalam tulisan penuh makna
Mewakili isi hati yang penuh bahagia
Semilir angin gunung
Dingin menembus pori
Menusuk tulang belulang
Sejuk menyapa daun telinga
Hembusannya menyentuh kuduk
Malam sunyi semakin sepi
Ditemani bulan di jendela rumah
Bersyukur malam ini
bisa menikmati indahnya sinar
Seiring Detak jantung masih berdenyut normal
Aliran darah
serasa embun turun dari atas bukit
Alhamdulillah segala puji bagi Allah
Nyawa dikandung badan
Napas masih teratur
Sisa umur melekat di jiwa
Puisi malam ini
Memuji akan nikmat Tuhan
Berserah diri untuk keagungan-Nya
Terima kasih jiwa
Terima kasih raga
Telah menemani sampai detik ini
Untuk selalu berkarya
dan mengukir cerita
Bersama heningnya dalam kegelapan
====================================================
Garahan, 18 Juli 2025 / Jumat Legi, 22 Muharram 1447 H, 00.30 WIB
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
