Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Sebelum penutupan total Jalan selama dua bulan (T.515)

Sebelum penutupan total Jalan selama dua bulan (T.515)

Selasa sore yang cerah menjadi waktu yang sempurna bagi keluarga saya untuk menikmati keindahan Jalan Gunung Gumitir, sebuah rute penuh pesona yang menghubungkan Banyuwangi dan Jember. Saya, istri, dan anak kedua kami memutuskan untuk menyusuri jalan ini sebelum penutupan total yang dijadwalkan pada 24 Juli hingga 24 September 2025 untuk perbaikan tebing, terutama di Tikungan Mbah Singo yang terkenal rawan kecelakaan. Udara sejuk khas pegunungan menyapa kami, dipadukan dengan pemandangan asri yang memanjakan mata.

Jalan Gunung Gumitir memang menawarkan pengalaman tak terlupakan. Jalannya berliku, mengikuti kontur alam yang indah, dengan vegetasi hijau yang lebat. Pohon-pohon tinggi menjulang, menciptakan kanopi alami yang melindungi kami dari sengatan matahari sore. Di sela-sela pepohonan, terlihat hamparan pohon kopi yang siap dipanen, menambah kesan damai dan alami. Aroma kopi segar tercium samar, seolah mengundang kami untuk berhenti sejenak dan menikmati suasana. Anak kedua saya, yang duduk di kursi belakang bersama istri, tak henti-henti memandangi hutan dipinggir jalan, sementara istri saya tersenyum kagum melihat keindahan alam yang masih terjaga walaupun order jahitan harus terselesaikan di akhir bulan ini.

Namun, di balik pesonanya, jalan ini juga menampilkan sisi lain yang memprihatinkan. Beberapa bagian jalan tampak retak, menunjukkan tanda-tanda keausan akibat lalu lintas yang padat, terutama kendaraan dari arah Banyuwangi dan Jember yang masih aktif saat itu. Bahu jalan di beberapa titik bahkan longsor, meninggalkan jejak kerusakan yang mengkhawatirkan. Untungnya, aktivitas kendaraan masih berjalan normal, dengan mobil dan motor saling bersahutan, menikmati rute ini sebelum penutupan untuk perbaikan tebing yang akan dimulai dalam beberapa hari ke depan.

Kami berhenti di sebuah titik pandang untuk menikmati senja yang perlahan merangkak. Cahaya oranye memantul di dedaunan, menciptakan suasana magis. Anak kedua saya berlari kecil di sekitar area yang aman, sementara istri saya mengabadikan momen dengan kamera. Diskusi ringan tentang pentingnya perbaikan jalan muncul di antara kami, menyadari bahwa meski indah, keselamatan pengguna jalan adalah prioritas. Penutupan dua bulan ini, yang ditujukan untuk memperkuat tebing di Tikungan Mbah Singo, menjadi langkah yang kami dukung demi mengurangi risiko kecelakaan di rute berliku ini.

Perjalanan sore itu menjadi kenangan manis keluarga kami. Kami pulang dengan hati puas, membawa cerita tentang keindahan Gunung Gumitir yang asri dan sejuk, sekaligus kesadaran akan pentingnya menjaga infrastruktur jalan. Meski jalan akan ditutup untuk perbaikan, kami berharap rute ini kelak kembali aman dan siap menyambut petualangan berikutnya dengan lebih baik.

===================================================================

Garahan, 23 Juli 2025 / Rabu legi, 27 Muharram 1447 H, 08.32 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post