Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Sekolah Rakyat Solusi Pendidikan Inklusif untuk Masyarakat Miskin Ekstrem (T.511a)

Sekolah Rakyat Solusi Pendidikan Inklusif untuk Masyarakat Miskin Ekstrem (T.511a)

Pendidikan adalah hak setiap warga negara, bukan privilese bagi kalangan tertentu. Namun kenyataannya, ribuan anak dari keluarga miskin ekstrem di Indonesia masih terhambat mengakses pendidikan bermutu. Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah tengah merancang Program Sekolah Rakyat, yang direncanakan mulai berjalan pada Juli 2025.

Apa Itu Sekolah Rakyat?

Sekolah Rakyat adalah sekolah formal dengan biaya pendidikan nol rupiah bagi peserta didik dari kalangan ekonomi lemah. Konsep ini merupakan bentuk keberpihakan negara terhadap masyarakat yang selama ini tersisih dari akses pendidikan yang layak. Program ini akan dibuka di berbagai daerah, terutama di wilayah yang termasuk dalam kategori desa miskin ekstrem berdasarkan data Bappenas.

Sekolah ini bukan sekadar tempat belajar membaca dan berhitung, tetapi juga menjadi pusat pembinaan karakter, keterampilan hidup, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Tujuan Utama Program

Menurunkan angka putus sekolah di kalangan anak-anak dari keluarga sangat miskin. Meningkatkan kualitas SDM Indonesia yang saat ini masih menghadapi kesenjangan mutu antara desa dan kota. Memenuhi amanat Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 tentang hak pendidikan setiap warga negara.

Fasilitas dan Kurikulum

Sekolah Rakyat akan menggunakan pendekatan kurikulum Merdeka Belajar, dengan fokus pada:

Literasi dan numerasi dasar Kecakapan hidup (life skills) Pendidikan karakter dan spiritualitas Pelatihan keterampilan lokal, seperti pertanian, kerajinan, atau teknologi sederhana

Selain itu, fasilitas sekolah akan dibangun atau direnovasi dengan standar kelayakan: kelas layak pakai, sanitasi sehat, akses internet (jika memungkinkan), dan bahan ajar lengkap.

Guru dan Pengelolaan

Guru yang akan mengajar di Sekolah Rakyat adalah gabungan dari:

Tenaga honorer dan ASN yang direkrut melalui program afirmasi daerah tertinggal Relawan pendidikan dari perguruan tinggi atau organisasi sosial Masyarakat lokal terlatih, yang diberi pelatihan khusus untuk mengajar keterampilan

Pengelolaan sekolah akan berada di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, namun bersinergi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat.

Tantangan yang Dihadapi

Tentu saja, pelaksanaan Sekolah Rakyat tidak lepas dari tantangan, antara lain:

Distribusi guru yang belum merata Sarana transportasi menuju lokasi sekolah di daerah terpencil Stigma masyarakat bahwa sekolah "gratis" kurang bermutu Kebutuhan anggaran jangka panjang

Namun, dengan komitmen lintas sektor dan pengawasan yang ketat, program ini diharapkan dapat mengatasi berbagai hambatan struktural.

Harapan untuk Masa Depan

Dengan hadirnya Sekolah Rakyat, diharapkan tidak ada lagi anak Indonesia yang kehilangan masa depan hanya karena kemiskinan. Program ini menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin hak pendidikan bagi semua. Pendidikan bukan lagi milik segelintir orang, tetapi milik seluruh anak bangsa.

“Anak-anak dari keluarga miskin bukan hanya berhak bermimpi, tapi juga diwujudkan mimpinya.”

=================================================================

Garahan, 19 Juli 2025 / Sabtu, 23 Muharram 1447 H, 21.25 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post