Episode 11 Doa Sang Ratu Semut (T.573)
Pagi yang cerah setelah hujan membuat padang rumput tampak segar. Embun masih menempel di ujung dedaunan, dan aroma tanah basah menguar lembut. Mentari, semut kecil yang selalu penuh rasa ingin tahu, berjalan keluar sarang untuk melihat keadaan sekitar.
Di tengah rerumputan, ia melihat sesuatu yang indah. Seekor kupu-kupu dengan sayap berwarna biru bercampur ungu sedang hinggap di atas bunga liar. Sayapnya berkilau diterpa sinar matahari, seolah-olah dilukis dengan cahaya.
Mentari mendekat dengan hati-hati:
“Assalamualaikum,” sapa Mentari dengan sopan.
Kupu-kupu itu menoleh, tersenyum ramah, lalu menjawab:
“Waalaikumussalam, semut kecil. Namaku Pelangi. Siapa namamu?”
“Aku Mentari,” jawab semut kecil itu riang:

“Aku belum pernah bertemu makhluk seindah dirimu.”
Pelangi tersipu, lalu berkata:
“Aku juga senang bertemu denganmu, Mentari. Kau terlihat kecil, tapi matamu penuh semangat.”
Sejak hari itu, Mentari dan Pelangi menjadi sahabat. Mereka sering bercerita bersama. Mentari bercerita tentang kehidupan di dalam sarang semut bagaimana semua bekerja sama, bagaimana mereka menyimpan makanan, dan bagaimana mereka belajar dari Ratu Semut.
Pelangi bercerita tentang kebebasan terbang di udara bagaimana ia bisa melihat gunung dari jauh, merasakan angin yang sejuk di atas pepohonan, dan menyaksikan matahari terbit dari ketinggian.
Mentari kagum:
“Betapa luas ciptaan Allah. Engkau bisa melihat dunia dari langit, sementara aku melihat dunia dari tanah.”
Pelangi tersenyum:
“Setiap makhluk memiliki kelebihan dan kekurangannya. Aku bisa terbang, tapi aku lemah ketika hujan datang. Engkau mungkin kecil, tapi semut terkenal kuat dan tahan menghadapi banyak ujian.”
Suatu hari, angin kencang bertiup tiba-tiba. Pelangi terhempas dan hampir jatuh ke dalam genangan air. Mentari berlari sekuat tenaga, berusaha menarik sayap Pelangi ke tempat kering. Dengan susah payah, akhirnya ia berhasil menyelamatkan sahabat barunya.

Pelangi menatapnya dengan haru:
“Mentari, kau memang kecil, tapi hatimu sangat besar. Kau menolongku tanpa ragu. Terima kasih, sahabatku.”
Mentari tersenyum:
“Allah mengajarkan kita untuk saling menolong. Jika kita bersahabat karena Allah, maka pertolongan itu menjadi ibadah.”
Sejak peristiwa itu, persahabatan mereka semakin erat. Pelangi sering membantu Mentari menunjukkan jalan ke padang bunga yang indah, sementara Mentari mengajarkan Pelangi tentang kesabaran dan kerja sama di dalam koloni semut.
Ratu Semut pun bangga mendengar kisah ini. Ia berkata:
“Mentari, kau telah menemukan sahabat sejati. Ingatlah, sahabat adalah nikmat dari Allah. Persahabatan yang baik akan membuatmu semakin dekat dengan kebaikan.”
Malamnya, Mentari berdoa dengan penuh syukur:
“Ya Allah, terima kasih telah mengirimkan Pelangi untuk menjadi sahabatku. Jadikan persahabatan kami sebagai jalan untuk semakin mencintai-Mu.”
===================================================================
Garahan, 18 September 2025 / Kamis, 25 Rabiul Awal 1447 H, 07.32 WIB

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
