Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Episode 12 Datangnya Pasukan Nabi Sulaiman (T.574)

Episode 12 Datangnya Pasukan Nabi Sulaiman (T.574)

Hari itu, suasana sarang semut mendadak menjadi panik. Seekor belalang hijau besar terlihat melompat-lompat di dekat pintu masuk sarang. Suaranya keras, dan setiap lompatan membuat tanah bergetar.

“Belalang itu bisa merusak tanaman yang menjadi sumber makanan kita!” teriak salah satu semut penjaga.

Mentari yang sedang membantu menyusun persediaan makanan ikut cemas. Ia melihat tubuh belalang yang begitu besar dibandingkan dirinya. Gigi tajamnya bergerak-gerak, seolah siap melahap daun muda yang tumbuh di sekitar sarang semut.

Ratu Semut segera memanggil semua semut pekerja:

“Anak-anakku, inilah saatnya kita belajar arti kerja sama. Seekor semut mungkin lemah menghadapi belalang sebesar itu, tetapi bersama-sama kita bisa melindungi rezeki yang Allah titipkan kepada kita.”

Semua semut berbaris dengan rapi, membentuk kelompok kecil sesuai tugas masing-masing. Ada yang bertugas mengalihkan perhatian belalang, ada yang bertugas menjaga makanan, dan ada yang bertugas menggali jalur darurat jika belalang masuk ke sarang.

Mentari ditempatkan di kelompok penjaga pintu masuk bersama Surya. Jantungnya berdebar, tetapi ia berusaha berani:

“Kita pasti bisa, Surya. Allah bersama makhluk-Nya yang berusaha.”

Belalang hijau semakin mendekat. Ia mulai menggigit daun-daun yang tumbuh di sekitar sarang. Melihat itu, beberapa semut pekerja memanjat batang daun dan membuat getaran kecil. Belalang pun menoleh, terganggu oleh gangguan itu.

Sementara itu, Mentari dan Surya bersama kelompoknya bekerja menutup pintu masuk sarang dengan tanah liat basah. Mereka bergerak cepat, agar belalang tidak bisa masuk.

Belalang itu tampak marah. Ia mencoba menusukkan kaki panjangnya untuk menyingkirkan semut-semut kecil. Tetapi semut-semut tidak gentar. Mereka menyebar, tidak menyerang secara langsung, melainkan mengalihkan perhatian belalang agar tidak fokus pada sarang.

Setelah lama berusaha, akhirnya belalang itu menyerah. Ia melompat jauh ke arah lain, mencari tanaman lain untuk dimakan. Semut-semut bersorak gembira, mereka berhasil melindungi sarang dan sumber makanan.

Ratu Semut berkata dengan bangga:

“Kalian telah belajar bahwa kekuatan sesungguhnya ada pada kerja sama. Seekor semut mungkin kecil, tetapi ketika bersatu, kita mampu menghadapi bahaya yang lebih besar.”

Mentari tersenyum lega. Ia sadar bahwa dirinya tidak akan mampu berbuat banyak jika sendirian. Tapi bersama-sama, semua bisa dihadapi.

Malam itu, Mentari berdoa:

“Ya Allah, terima kasih Engkau telah memberi kami kekuatan melalui kerja sama. Ajari aku untuk selalu bekerja sama dalam kebaikan, bukan hanya untuk diriku, tapi juga untuk semua.”

=============================================================================================

Garahan, 19 September 2025 / Jum'at, 26 Rabiul Awal 1447 H, 08.06 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post