Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Episode 21 Sifat Rendah Hati Sang Semut (T.583)

Episode 21 Sifat Rendah Hati Sang Semut (T.583)

Pagi itu, Ratu Semut memanggil semua semut pekerja untuk berkumpul. Persediaan makanan sudah cukup banyak karena kerja keras mereka selama beberapa hari terakhir. Namun, karena musim hujan akan segera datang, makanan itu harus dijaga baik-baik.

“Aku ingin menunjuk beberapa semut untuk menjaga gudang makanan. Tugas ini berat karena membutuhkan kesabaran dan kejujuran. Ingat, ini adalah amanah,” kata sang Ratu dengan suara tegas namun penuh kasih.

Mentari termasuk salah satu yang ditunjuk. Hatinya berdebar. Ia merasa bangga diberi kepercayaan, tetapi juga takut kalau tidak bisa menjaga amanah dengan baik.

Hari pertama, tugas berjalan lancar. Mentari duduk di depan gudang bersama dua temannya. Mereka memastikan tidak ada semut lain yang mengambil makanan sembarangan. Semua berjalan sesuai aturan.

Namun, pada hari kedua, godaan datang. Seekor semut kecil mendekat dengan wajah lapar:

“Mentari, aku ingin sedikit saja. Aku belum sempat mencari makanan hari ini,” katanya dengan nada memelas.

Mentari ragu. Ia kasihan, tetapi ia tahu makanan di gudang hanya boleh dibagi saat waktu yang sudah ditentukan. Jika ia memberikan tanpa izin, berarti ia mengkhianati amanah.

Dengan hati-hati ia menjawab:

“Sahabatku, aku juga ingin menolongmu. Tapi makanan ini milik bersama. Kita harus menunggu sampai waktunya dibagi. Kalau sekarang aku memberimu, berarti aku melanggar perintah Ratu.”

Semut kecil itu terlihat kecewa, namun akhirnya mengerti:

“Baiklah, Mentari. Aku akan bersabar.”

Hari-hari berikutnya, Mentari tetap menjaga gudang dengan penuh tanggung jawab. Ia mengingat pesan Ratu bahwa amanah adalah janji, dan janji harus ditepati.

Saat tiba waktunya pembagian, semua semut mendapat makanan sesuai kebutuhan. Bahkan, semut kecil yang kemarin lapar mendapat cukup banyak. Ia tersenyum pada Mentari:

“Terima kasih karena kau jujur dan tidak tergoda. Kalau tidak, mungkin persediaan kita akan berkurang.”

Ratu Semut pun memuji Mentari dan para penjaga lainnya:

“Kalian sudah membuktikan bahwa menjaga amanah itu penting. Tanpa kejujuran, persatuan kita bisa runtuh. Ingatlah, Allah mencintai hamba yang amanah dan menepati janji.”

Malam itu, Mentari berdoa dengan hati lega:

“Ya Allah, terima kasih Engkau memberi kesempatan padaku untuk menjaga amanah. Bimbinglah aku agar selalu jujur dan tidak khianat, meski ada godaan di hadapan.”

===================================================================

Garahan, 28 September 2025 / Ahad, 05 Rabiul Akhir 1447 H, 18.22 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post