Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Episode 5 Bahaya dari Atas Langit (T.566)

Episode 5 Bahaya dari Atas Langit (T.566)

Pagi itu, koloni semut kembali sibuk. Barisan semut pekerja berjalan rapi membawa makanan dari ladang menuju sarang. Jalur yang mereka buat semakin panjang dan teratur, seperti sungai kecil hitam yang mengalir tanpa henti.

Nala berjalan di tengah barisan bersama Binu. Ia berusaha lebih hati-hati setelah pengalaman menegangkan kemarin dengan belalang. Namun, rasa penasarannya tetap ada. Ia sering mendongak ke langit, memperhatikan awan putih yang bergerak perlahan.

“Kenapa kamu sering melihat ke atas, Nala?” tanya Binu heran.“Aku ingin tahu, Binu. Awan itu bergerak ke mana ya? Apa ada sesuatu di balik awan?” jawab Nala polos.

Binu tertawa kecil:

“Kamu memang tidak ada habisnya dengan pertanyaan.”

Tiba-tiba, suara kepakan sayap besar terdengar di atas. Wuusshhh! Angin berhembus kencang, membuat dedaunan bergoyang. Semua semut spontan berhenti dan menunduk. Dari langit, seekor burung gagak besar melayang rendah, matanya tajam mencari mangsa.

“Bahaya dari atas! Semua cepat berlindung!” teriak salah satu prajurit semut.

Semut-semut panik. Mereka berlarian mencari tempat aman. Sebagian bersembunyi di balik batang padi, sebagian lagi masuk ke celah tanah. Hanya semut prajurit yang tetap berdiri menjaga barisan, mengibaskan antena memberi kode peringatan.

Nala terkejut. Ia belum pernah melihat burung sedekat itu. Tubuhnya terasa kaku. Binu menariknya dengan cepat:

“Ayo, Nala! Jangan bengong! Itu burung bisa memakan kita!”

Mereka berlari ke arah batang padi, namun burung gagak itu menukik tajam. Srrraaakkk! Paruhnya menyambar tanah, hampir saja mengenai sekelompok semut pekerja. Semua semut berteriak ketakutan.

Nala bersembunyi di balik akar bersama Binu. Ia bisa mendengar detak jantungnya sendiri. Ya Allah, lindungi kami, doanya dalam hati.

Ratu semut yang sedang mengawasi dari kejauhan segera mengirim sinyal melalui antena para prajurit:

“Jangan panik. Ingat pesan Allah dalam Al-Qur’an, kita harus bersyukur dan bekerja sama. Semua semut, berlindunglah di sarang atau di bawah tanah!”

Prajurit-prajurit segera menyampaikan sinyal itu. Gelombang peringatan menyebar cepat, membuat semut-semut kembali tenang. Mereka segera masuk ke lubang-lubang kecil di tanah, hanya meninggalkan beberapa prajurit di permukaan untuk mengawasi.

Nala menarik napas lega:

“Hampir saja aku tertangkap, Binu…”Binu mengangguk serius:

“Iya, bahaya dari atas lebih menakutkan. Kita tidak pernah tahu kapan burung itu datang.”

Setelah beberapa lama berputar, burung gagak akhirnya terbang menjauh, mencari mangsa lain. Koloni semut keluar perlahan dari persembunyian. Mereka kembali berbaris, meski kali ini dengan langkah lebih waspada.

Di perjalanan pulang, Nala merenung dalam-dalam. Ia berkata pada Binu:

“Aku baru sadar, ternyata bahaya bisa datang dari mana saja. Dari bawah ada belalang, dari atas ada burung. Kita memang kecil, tapi Allah selalu melindungi kita kalau kita bersatu dan berdoa.”

Binu tersenyum:

“Benar, Nala. Jangan lupa, ratu pernah berkata, ‘Kekuatan semut bukan pada tubuhnya yang kecil, tapi pada persatuan dan ketaatannya pada Allah.’”

Malam itu, di dalam sarang, ratu memberikan nasihat kepada semua semut. Dengan suara lembut namun penuh wibawa ia berkata,“Wahai semut-semutku, hari ini kita belajar tentang bahaya dari atas langit. Ingatlah selalu, Allah telah memberikan kita rumah yang kokoh di dalam tanah untuk melindungi kita. Bersyukurlah dengan tempat tinggal itu, karena tidak semua makhluk memilikinya.”

Semua semut menunduk penuh hormat. Nala merasa kata-kata ratu menancap dalam hatinya. Ia berdoa lirih:

“Ya Allah, terima kasih telah memberiku sarang yang aman. Ajari aku untuk selalu bersyukur atas perlindungan-Mu.”

Malam itu, koloni semut tidur dengan hati lebih tenang. Mereka tahu bahwa besok mungkin ada bahaya baru, tapi mereka juga yakin Allah selalu bersama makhluk-makhluk kecil yang bersyukur.

===========================================================================================

Garahan, 12 September 2025 / Jum'at, 19 Rabiul Awal 1447 H, 18.38 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post