Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Episode 6 Hujan Pertama (T.567)

Episode 6 Hujan Pertama (T.567)

Pagi itu, langit tampak berbeda. Awan-awan kelabu menggantung berat di atas ladang. Angin bertiup lebih kencang dari biasanya, membuat batang padi bergoyang-goyang. Semut-semut di koloni merasakan tanda-tanda yang tidak biasa.

Nala yang berjalan bersama Binu berhenti sejenak. Ia mendongak ke langit. “Binu, lihat! Awan itu gelap sekali. Apa yang akan terjadi?” tanyanya penuh rasa ingin tahu.

Binu menatap ke atas, lalu menghela napas:

“Sepertinya akan turun hujan. Ini hujan pertama setelah musim panjang yang kering.”

Semut-semut pekerja yang membawa makanan mulai mempercepat langkah. Mereka tahu, hujan bisa menjadi bahaya besar bagi tubuh kecil mereka. Setetes air saja bisa menyeret semut ke aliran deras.

Tiba-tiba, duk… duk… duk… terdengar bunyi berat dari kejauhan. Itu adalah tetes-tetes hujan pertama yang jatuh di atas daun. Nala menatap kagum:

“Subhanallah… air itu jatuh dari langit! Indah sekali!”

Namun, keindahan itu segera berubah menjadi tantangan. Drrrsshhhh! Air hujan mulai turun lebih deras, menimpa tanah, daun, dan batang padi. Tanah yang kering segera berubah menjadi becek dan licin. Jalur semut perlahan-lahan terputus.

“Cepat! Semua semut berlindung ke sarang!” teriak salah satu prajurit.

Nala dan Binu berlari sekencang mungkin. Tapi langkah mereka terasa berat karena tanah mulai berlumpur. Butiran hujan yang jatuh seperti bola air besar yang bisa menghantam kapan saja.

Salah satu semut pekerja terpeleset, hampir hanyut terbawa aliran air kecil. Nala yang melihat itu segera bergerak:

“Pegang tanganku!” teriaknya sambil menarik semut itu dengan sekuat tenaga.

Binu ikut membantu hingga akhirnya mereka berhasil menyelamatkan temannya. Semut itu berterima kasih:

“Terima kasih, Nala, Binu. Aku hampir terbawa air.”

Mereka bertiga segera berlindung di bawah daun besar. Dari sana, Nala melihat betapa derasnya hujan. Tetesan air jatuh bertubi-tubi, menciptakan aliran kecil seperti sungai yang tak berhenti mengalir.

“Binu, air ini seperti raksasa. Bagaimana kalau sarang kita kebanjiran?” tanya Nala khawatir. Binu mencoba tenang:

“Tenanglah, Nala. Ratu sudah mempersiapkan semua. Ingat, lubang sarang kita dibuat miring agar air tidak mudah masuk.”

Setelah hujan reda, semut-semut kembali ke sarang dengan tubuh basah dan lumpur menempel. Di dalam sarang, mereka berkumpul untuk mengeringkan tubuh dan mendengarkan nasihat ratu.

Dengan suara lembut, ratu berkata, “Wahai semut-semutku, hari ini kita belajar tentang hujan. Air adalah rahmat dari Allah yang menumbuhkan tanaman dan menghidupkan bumi. Namun, bagi tubuh kita yang kecil, hujan juga bisa menjadi bahaya. Karena itu, kita harus pandai bersyukur dan berhati-hati.”

Nala mendengarkan dengan penuh perhatian. Ia teringat bagaimana ia kagum pada tetesan air, lalu hampir kehilangan teman karena derasnya aliran. Dalam hatinya ia berkata, ‘Benar, setiap nikmat bisa menjadi ujian jika kita tidak waspada.’

Malam itu, Nala berdoa sebelum tidur, “Ya Allah, terima kasih atas hujan yang Kau turunkan. Semoga aku bisa melihat rahmat-Mu, bukan hanya dari indahnya ciptaan-Mu, tapi juga dari pelajaran yang Engkau berikan melalui hujan ini.”

Semut-semut tidur dengan tubuh lelah namun hati penuh syukur. Mereka tahu, hujan pertama itu adalah tanda kehidupan baru bagi ladang, sekaligus pengingat untuk selalu berhati-hati.

===================================================================

Garahan, 13 September 2025 / Sabtu, 20 Rabiul Awal 1447 H, 00.15 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post