Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Anjing yang Menemani Pemuda Kahfi (T.599)

Anjing yang Menemani Pemuda Kahfi (T.599)

Cerita ini tidak sekedar dongeng belaka, kisah ini didasari dari kitab suci orang Islam yaitu Al-Qur'anul Karim, Para Pemuda Kahfi yang taat kepada Allah SWT yang tertidur di dalam goa yang ditemani oleh anjing, seperti yang termaktub dalam Surat Al-Kahfi, Ayat 18 dengan terjemahan sebagai berikut:

"Dan kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur. Kami bolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedangkan anjing mereka membentangkan kedua lengannya di depan pintu gua. Jika kamu menyaksikan mereka, niscaya kamu akan lari tunggang-langgang meninggalkan mereka dan pasti kamu akan dipenuhi rasa takut terhadap mereka."

Pada zaman dahulu, di sebuah negeri yang dipimpin raja zalim, ada sekelompok pemuda beriman yang berani menentang penyembahan berhala. Mereka dikenal sebagai Ashabul Kahfi. Karena mempertahankan keimanan, mereka dikejar dan diancam. Demi keselamatan, mereka meninggalkan kampung halaman dan pergi ke sebuah gua di lereng gunung. Di perjalanan, seekor anjing bernama Qitmir mengikuti mereka.

Awalnya, para pemuda merasa ragu:

“Bagaimana jika anjing ini merepotkan kita? Bagaimana kalau suaranya membuat kita diketahui musuh?” kata salah seorang. Namun, anjing itu duduk dengan tenang, seakan berkata dengan tatapannya:

“Aku akan menjaga kalian.” Melihat kesetiaan itu, akhirnya mereka membiarkan Qitmir ikut serta.

Sesampainya di gua, pemuda-pemuda itu berdoa:

“Ya Rabb kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu, dan siapkanlah petunjuk bagi urusan kami.” Allah pun mengabulkan doa mereka. Mereka ditidurkan dalam gua selama bertahun-tahun lamanya. Tubuh mereka tetap terjaga, bergantian miring ke kanan dan kiri, sementara sinar matahari tidak langsung menyentuh mereka. Di mulut gua, Qitmir berbaring dengan kaki terjulur, seolah menjadi penjaga setia yang siap melindungi tuannya.

Orang-orang yang lewat di dekat gua merasa takut melihat pemandangan itu. Mereka menyangka para pemuda sedang terjaga, padahal mereka sedang tidur panjang. Qitmir menjaga dengan penuh kesetiaan, walau ia sendiri ikut tertidur dalam lindungan Allah. Kesetiaan seekor anjing diabadikan Allah dalam Al-Qur’an, sebuah kemuliaan yang jarang diberikan kepada hewan lain.

Beratus-ratus tahun kemudian, ketika para pemuda itu terbangun, mereka merasa hanya tidur sebentar. Padahal waktu telah berlalu sangat lama. Allah menjadikan kisah mereka sebagai tanda kekuasaan-Nya, bahwa Dia berkuasa menghidupkan kembali manusia setelah mati, sebagaimana mudahnya Dia menidurkan dan membangunkan Ashabul Kahfi.

Pesan Moral: Kisah ini mengajarkan pentingnya iman dan tawakal kepada Allah. Ashabul Kahfi rela meninggalkan dunia demi mempertahankan akidah. Dari Qitmir, kita belajar tentang kesetiaan, bahwa teman sejati adalah yang setia menemani dalam keadaan sulit maupun senang. Allah pun mengangkat derajat hewan yang setia, sehingga namanya dikenang sepanjang zaman.

===================================================================

Garahan, 14 Oktober 2025 / Selasa, 21 Rabiul Akhir 1447 H, 08.02 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post