Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Episode 11 Nyamuk yang Jadi Perumpamaan (T.602)

Episode 11 Nyamuk yang Jadi Perumpamaan (T.602)

Kisah ini sangat jelas di terangkan dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 26, Makhluk sekecil apapun dapat membawa petaka bisa juga membawa keuntungan. Nyamuk salah satu Makhluk kecil berupa serangga dikisahkan pada surat Al-Baqarah ayat 26 berbunyi:

"Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, mereka tahu bahwa itu kebenaran dari Tuhan. Tetapi mereka yang kafir berkata, "Apa maksud Allah dengan perumpamaan ini?' Dengan (perumpamaan) itu banyak orang yang dibiarkan-Nya sesat, dan dengan itu banyak (pula) orang yang diberi-Nya petunjuk. Tetapi tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu selain orang-orang fasik.".

Pada suatu malam yang tenang, di sebuah taman kecil, seekor nyamuk mungil bernama Nafi terbang dengan sayapnya yang halus. Tubuhnya kecil, hampir tidak terlihat jika dibandingkan dengan hewan lain. Banyak manusia menganggap nyamuk hanya pengganggu, karena gigitannya menimbulkan rasa gatal. Namun, Allah menjadikan nyamuk sebagai contoh dalam Al-Qur’an.

Dalam surat Al-Baqarah ayat 26, Allah berfirman bahwa Dia tidak segan membuat perumpamaan, baik dengan seekor nyamuk maupun yang lebih kecil darinya. Orang-orang beriman akan memahami bahwa perumpamaan itu penuh hikmah, sementara orang-orang kafir justru menolaknya. Hal ini menunjukkan bahwa bukan besar kecilnya makhluk yang penting, tetapi makna yang Allah tunjukkan melalui keberadaannya.

Nafi sering mendengar manusia berkata:

“Ah, hanya nyamuk, tak ada artinya.” Namun di balik tubuh mungilnya, Allah menitipkan pelajaran besar. Dengan gigitannya yang kecil saja, nyamuk mampu membuat manusia yang kuat menjadi resah. Bahkan, penyakit berbahaya bisa muncul dari makhluk sekecil nyamuk. Ini menunjukkan betapa lemahnya manusia di hadapan makhluk Allah, meskipun ukurannya sangat kecil.

Suatu hari, Nafi merenung:

“Mengapa Allah menciptakan aku sekecil ini?” Lalu ia melihat seorang lelaki gagah terbangun di malam hari karena gatal akibat gigitannya. Lelaki itu lalu mengeluh, betapa tidurnya terganggu hanya oleh makhluk sekecil nyamuk. Dari situ Nafi menyadari bahwa Allah memberinya tugas penting: menjadi tanda bahwa kekuatan manusia tidak ada artinya tanpa perlindungan Allah.

Dalam tafsir ayat itu, para ulama menjelaskan bahwa Allah menggunakan nyamuk sebagai perumpamaan agar manusia tidak sombong. Jika nyamuk saja bisa mengguncang kehidupan mereka, bagaimana mungkin mereka berani melawan Allah yang menciptakan seluruh alam semesta?

Pesan Moral: Kisah nyamuk ini mengingatkan kita untuk rendah hati. Jangan meremehkan ciptaan Allah, sekecil apa pun. Nyamuk yang tampak sepele bisa menjadi pelajaran besar tentang kelemahan manusia. Allah mengajarkan bahwa hikmah dapat datang dari hal yang paling kecil, dan orang beriman akan melihat maknanya, sementara orang yang keras hati akan menolaknya.

=================================================================

Garahan, 17 Oktober 2025 / Jum'at, 24 Rabiul Akhir 1447 H, 06.02 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post