Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Episode 14 Ular di Hadapan Nabi Musa (T.605)

Episode 14 Ular di Hadapan Nabi Musa (T.605)

Di istana yang megah dan penuh kemewahan, Firaun duduk di atas singgasana emasnya. Ia dikenal sebagai penguasa yang sombong, menganggap dirinya tuhan yang harus disembah oleh semua rakyat Mesir. Suatu hari, datanglah Nabi Musa ‘alaihissalam membawa pesan suci dari Allah. Ia diperintahkan untuk menyampaikan dakwah kepada Firaun agar menyembah hanya kepada Allah, Tuhan seluruh alam.

Dengan langkah tenang dan penuh keyakinan, Nabi Musa memasuki istana bersama saudaranya, Nabi Harun. Di hadapan Firaun, Nabi Musa berkata dengan sopan,

“Wahai Firaun, aku adalah utusan dari Tuhan semesta alam. Biarkanlah Bani Israil pergi, dan sembahlah Allah yang Esa.”

Firaun tertawa keras mendengar perkataan itu. Suaranya menggema di seluruh ruangan istana.

“Apakah engkau datang dengan membawa bukti, wahai Musa?” tanyanya dengan nada meremehkan. Nabi Musa menjawab dengan lembut:

“Ya, aku datang dengan tanda-tanda kekuasaan dari Tuhanmu.”

Kemudian Nabi Musa mengeluarkan tongkat yang selalu ia bawa. Dengan izin Allah, ia melemparkan tongkat itu ke lantai. Seketika tongkat itu berubah menjadi seekor ular besar yang bergerak cepat dan menggeliat dengan suara mendesis. Para penjaga istana dan penasihat Firaun terkejut, sebagian bahkan berlari ketakutan. Ular itu tampak hidup dan nyata!

Namun, Firaun mencoba menahan rasa takutnya. Ia berkata dengan sinis,

“Apakah ini hanya sihir belaka, wahai Musa? Di negeri Mesir ini, aku memiliki banyak tukang sihir yang lebih hebat darimu!” Nabi Musa menjawab dengan tenang, “Ini bukan sihir, wahai Firaun. Ini adalah tanda dari Allah, Tuhan yang menciptakan langit dan bumi.”

Firaun tidak mau kalah. Ia segera memerintahkan agar semua tukang sihir terbaik Mesir dikumpulkan. Hari yang telah ditentukan pun tiba. Lapangan besar di depan istana dipenuhi orang-orang yang ingin menyaksikan pertandingan antara Nabi Musa dan para penyihir Firaun.

Para penyihir maju dengan penuh percaya diri. Mereka melemparkan tali dan tongkat mereka ke tanah, dan dengan sihir, benda-benda itu tampak seperti ular yang bergerak-gerak. Orang-orang bersorak melihat pemandangan itu. Tetapi Nabi Musa tetap tenang.

Dengan keyakinan penuh kepada Allah, Nabi Musa melemparkan tongkatnya. Seketika tongkat itu kembali berubah menjadi ular besar yang sangat menakutkan. Ular itu menelan semua ular-ular palsu milik para penyihir. Semua orang terdiam. Tukang-tukang sihir yang awalnya sombong kini gemetar ketakutan. Mereka tahu, ini bukanlah sihir manusia ini adalah mukjizat dari Tuhan yang Maha Kuasa.

Para penyihir segera bersujud dan berkata:

“Kami beriman kepada Tuhan Musa dan Harun!” Firaun menjadi sangat marah. Ia berteriak dengan wajah merah padam:

“Bagaimana berani kalian beriman tanpa izinku!” Tapi iman telah tertanam di hati mereka. Para penyihir itu tidak gentar meskipun Firaun mengancam.

Nabi Musa melihat kejadian itu dengan penuh rasa syukur. Mukjizat yang Allah tunjukkan bukan hanya untuk menundukkan kesombongan Firaun, tetapi juga untuk membukakan hati orang-orang yang menyaksikannya.

Ular yang menjadi tongkat itu kemudian kembali seperti semula, atas perintah Allah. Nabi Musa menggenggam tongkatnya dengan tenang. Ia tahu bahwa kekuasaan Allah jauh lebih besar daripada keangkuhan seorang raja di bumi.

Hikmah yang dapat dipetik dari kisah ini:

Subhanaallah, Dari peristiwa ini, anak-anak belajar bahwa siapa pun yang bersandar kepada Allah tidak akan pernah kalah, bahkan di hadapan orang yang paling berkuasa sekalipun. Mukjizat Nabi Musa menunjukkan bahwa Allah mampu mengubah sesuatu yang sederhana menjadi luar biasa jika Dia menghendaki.

===================================================================

Garahan, 20 Oktober 2025 / Senin, 27 Rabiul Akhir 1447 H, 09.18 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post