Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
EPISODE 24 Belalang yang Berbondong-bondong (QS. Al-Qamar 7) (T.615)

EPISODE 24 Belalang yang Berbondong-bondong (QS. Al-Qamar 7) (T.615)

Di sebuah padang luas, saat musim kemarau panjang, tanah retak-retak dan dedaunan mengering. Namun, di tengah keterbatasan itu, muncul pemandangan yang mengejutkan: kawanan belalang beterbangan, memenuhi langit, bergerak bersama seperti awan gelap yang menutupi cahaya matahari.

Al-Qur’an menggambarkan keadaan manusia pada hari kiamat dalam QS. Al-Qamar: 7: "Mereka keluar dari kuburnya dengan cepat seakan-akan mereka seperti belalang yang bertebaran."

Perumpamaan ini sangat dalam maknanya. Belalang dikenal sebagai hewan kecil yang lemah, namun jika bergerak berbondong-bondong, mereka menjadi pemandangan yang menakjubkan. Begitu pula manusia kelak pada hari kebangkitan; dari segala penjuru bumi, mereka akan keluar dengan penuh ketakutan, tanpa bisa menolak panggilan Allah.

Di sebuah desa, ada seorang anak bernama Rafi. Ia sering duduk di sawah bersama ayahnya, memperhatikan kawanan belalang yang hinggap di tanaman padi. Suatu hari, ketika belalang-belalang itu datang dalam jumlah besar, Rafi bertanya,

“Ayah, mengapa belalang selalu bergerak bersama-sama, bukan sendirian?”

Ayahnya tersenyum bijak, lalu menjawab,

“Nak, belalang itu memberi kita pelajaran tentang kebersamaan dan ketaatan. Saat mereka bergerak, tak ada yang tertinggal. Semuanya ikut. Begitu juga nanti di hari kebangkitan, manusia akan keluar berbondong-bondong, tak ada yang bisa bersembunyi atau menolak perintah Allah.”

Rafi termenung. Bayangan tentang hari kebangkitan membuatnya sadar bahwa dunia ini hanya sementara. Ia berkata pelan,

“Berarti, Ayah, kita harus siap sejak sekarang, ya? Sebelum hari itu datang.”

Ayahnya mengangguk sambil menepuk bahu putranya.

“Benar, Rafi. Kita harus menyiapkan diri dengan amal saleh. Karena ketika semua orang berbondong-bondong menuju pengadilan Allah, yang kita bawa bukan harta atau kedudukan, melainkan amal kebaikan.”

Hari itu, Rafi semakin giat menghafal Al-Qur’an dan membantu orang tuanya. Setiap kali melihat belalang bertebaran di sawah, ia mengingat pesan ayahnya tentang kebangkitan manusia. Ia sadar bahwa hidup bukan hanya tentang hari ini, tetapi juga tentang hari esok yang abadi.

Hikmah dari episode ini:

Belalang mengajarkan kita tentang kebersamaan dan kepatuhan. QS. Al-Qamar: 7 mengingatkan bahwa manusia kelak akan dibangkitkan secara serentak, seperti belalang yang berbondong-bondong. Setiap orang harus menyiapkan amal terbaiknya, karena hanya amal yang akan menemani di hadapan Allah.

Kawanan belalang yang berbondong-bondong kini bukan lagi hanya pemandangan alam bagi Rafi, tetapi juga pengingat akan janji Allah: hari kebangkitan pasti datang.

==================================================================

Garahan, 30 Oktober 2025 / Kamis, 8 Jumadil Awal 1447 H, 22.28 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post