Episode 25 Keajaiban Barisan Semut (T.587)
Hari itu, Mentari dan rombongan semut berangkat lebih pagi dari biasanya. Mereka mendengar ada pesta manusia di tepi desa, dan biasanya setelah pesta, banyak makanan tercecer. Semut-semut sangat bersemangat.
“Kalau kita tiba lebih cepat, kita bisa membawa banyak makanan untuk cadangan musim hujan,” kata salah satu semut penuh harap.
Setelah menempuh perjalanan panjang, mereka benar-benar menemukan sisa makanan di tanah: remah kue, potongan buah, bahkan sedikit nasi. Semua semut bergegas mengangkut. Hati mereka gembira karena hasilnya sesuai harapan.

Namun tiba-tiba, seekor ayam datang berlari. Ia mematuk semua remah makanan di tanah, bahkan menginjak beberapa semut hingga mereka harus berlari menyelamatkan diri. Dalam sekejap, semua makanan habis.
Semut-semut terdiam, kelelahan dan kecewa;
“Untuk apa kita berjalan jauh kalau akhirnya tidak mendapat apa-apa?” keluh salah satunya.
Mentari pun merasa sedih, tapi ia mengingatkan teman-temannya:
“Sahabatku, kita sudah berusaha. Tapi Allah yang menentukan hasil. Mungkin hari ini kita diuji agar belajar tawakal.”

Seekor semut tua yang bijak menimpali:
“Benar. Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha. Kita sudah bekerja keras, itu kewajiban kita. Hasil akhirnya kita serahkan kepada Allah, karena Dia yang lebih tahu apa yang terbaik untuk kita.”
Perjalanan pulang memang terasa berat, tetapi semut-semut mencoba menenangkan hati. Mereka terus berzikir dalam hati agar tidak larut dalam kecewa.
Ketika hampir tiba di sarang, tiba-tiba mereka menemukan setangkai tebu kecil tergeletak di pinggir jalan. Rasanya manis, jauh lebih berharga daripada remah makanan yang hilang tadi.

Semut-semut bersorak:
“Allahu Akbar! Ternyata Allah mengganti dengan rezeki yang lebih baik!”
Mentari tersenyum haru:
“Inilah arti tawakal. Kita tidak boleh berputus asa. Kalau Allah menutup satu pintu, pasti Dia membuka pintu lain yang lebih indah.”
Sesampainya di sarang, mereka membagi tebu itu bersama-sama. Malamnya, Mentari berdoa:
“Ya Allah, ajarilah aku untuk selalu berusaha dengan sungguh-sungguh, lalu bertawakal hanya kepada-Mu, karena hanya Engkau sebaik-baik penolong.”
===================================================================
Garahan, 02 Oktober 2025 / Kamis, 09 Rabiul Akhir 1447 H, 07.33 WIB

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
