Episode 3 Unta yang Menjadi Tanda Kebesaran Allah (T.594)
Di sebuah negeri tandus bernama Al-Hijr, hiduplah kaum Tsamud. Mereka adalah kaum yang diberi banyak kenikmatan oleh Allah. Mereka pandai memahat gunung menjadi rumah, ladang mereka subur, dan ternak mereka banyak. Namun sayang, sebagian besar dari mereka tidak bersyukur. Mereka justru menyembah berhala dan melupakan Allah.

Allah mengutus seorang nabi kepada mereka, yaitu Nabi Shalih ‘alaihissalam. Nabi Shalih mengingatkan kaumnya agar kembali menyembah Allah yang menciptakan langit, bumi, dan segala isinya. Beliau menasihati dengan penuh kesabaran:
“Wahai kaumku, sembahlah Allah, tidak ada Tuhan bagimu selain Dia.”
Namun, kaum Tsamud menolak. Mereka berkata dengan sombong,
“Wahai Shalih, jika engkau benar-benar utusan Allah, tunjukkan kepada kami sebuah tanda!”
Dengan izin Allah, terjadilah sebuah mukjizat yang menakjubkan. Dari celah gunung yang keras, keluarlah seekor unta betina yang sangat besar dan sehat. Nabi Shalih berkata:
“Inilah unta Allah, sebagai tanda untuk kalian. Biarkan ia makan di bumi Allah dan janganlah kalian menyakitinya. Jika kalian berani melanggar, azab Allah akan datang.”

Unta itu berjalan dengan tenang, memakan rumput, dan minum dari mata air. Allah mengatur agar unta itu minum pada satu hari, dan kaum Tsamud minum pada hari berikutnya. Semua orang bisa melihat betapa besar dan istimewanya unta tersebut.
Di antara kaum Tsamud, ada anak-anak yang kagum melihat unta itu. Mereka berlari mendekat dan berkata:
“Lihatlah! Unta ini sungguh ajaib. Allah benar-benar berkuasa atas segalanya.” Namun sayang, orang-orang dewasa yang keras hatinya justru merasa terganggu. Mereka tidak suka unta itu mendapat perhatian lebih.

Beberapa orang jahat mulai merencanakan sesuatu. Mereka berbisik:
“Jika kita biarkan unta ini, ajaran Shalih akan semakin kuat. Lebih baik kita bunuh unta ini.” Maka, pada suatu malam, mereka pun melaksanakan niat buruknya. Unta betina itu dibunuh dengan kejam.
Keesokan paginya, Nabi Shalih sangat sedih. Beliau berkata kepada kaumnya, “Kalian telah membunuh tanda kebesaran Allah. Bersiaplah, karena tiga hari lagi azab Allah akan menimpa kalian.”

Hari pertama, wajah kaum Tsamud berubah pucat. Hari kedua, wajah mereka memerah. Hari ketiga, wajah mereka menghitam. Lalu, pada hari keempat, gempa bumi yang dahsyat mengguncang negeri itu. Rumah-rumah mereka runtuh, dan kaum Tsamud binasa karena kesombongan mereka.
Namun, Allah menyelamatkan Nabi Shalih dan orang-orang yang beriman bersamanya. Mereka berpindah ke tempat lain dengan hati yang penuh syukur.
Pesan untuk Anak-anak: Dari kisah unta Nabi Shalih, kita belajar bahwa mukjizat adalah tanda kebesaran Allah. Kita harus selalu taat dan bersyukur, bukan sombong dan membangkang. Jangan pernah meremehkan peringatan Allah, karena ketaatan membawa keselamatan, sementara kesombongan membawa kebinasaan.
===================================================================
Garahan, 10 Oktober 2025 / Jum'at, 17 Rabiul Akhir 1447 H, 08.11 WIB

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
