Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Episode 30 Semut Mengajarkan Iman (T.591)

Episode 30 Semut Mengajarkan Iman (T.591)

Hari itu, langit tampak cerah dan angin berhembus lembut. Di dalam sarang, semua semut berkumpul. Ratu Semut memanggil Mentari untuk maju ke depan.

“Mentari,” ujar sang Ratu dengan suara bijak,

“Engkau telah menunjukkan teladan bagi saudara-saudaramu. Engkau sabar saat musim sulit, bersyukur saat panen melimpah, dan selalu menjaga persaudaraan. Itulah ajaran yang Allah sampaikan melalui kisah semut dalam Al-Qur’an, Surat An-Naml. Engkau telah menghidupkan pesan itu dalam keseharianmu.”

Mentari terharu. Ia tidak menyangka akan disebutkan demikian di depan semua semut. Namun ia segera menundukkan kepala dan berkata:

“Semua ini bukan karena aku hebat, tapi karena Allah memberi petunjuk. Kita hanyalah makhluk kecil, tapi dengan ketaatan dan kebersamaan, kita bisa menjadi besar di hadapan-Nya.”

Semua semut bertepuk antena dengan gembira. Mereka merasakan cahaya iman yang hangat menyelimuti hati masing-masing.

Di luar sarang, burung-burung berkicau, pohon-pohon bergoyang, dan dunia terasa damai. Semut-semut itu menyadari, hidup mereka penuh makna ketika dijalani dengan syukur, sabar, persaudaraan, dan ketaatan kepada Allah.

Malam itu, Mentari duduk di depan pintu sarang, memandang langit bertabur bintang.

Ia berdoa dengan penuh khusyuk:

“Ya Allah, terima kasih karena Engkau telah menjadikan kami semut yang kecil namun penuh arti. Jadikanlah kami hamba-Mu yang selalu mengingat-Mu, bersyukur atas rezeki-Mu, bersabar dalam ujian, dan hidup dalam persaudaraan. Semoga kami termasuk dalam golongan yang Engkau ridhoi.”

Bintang-bintang seakan berkelip menjawab doa Mentari. Hatinya tenang. Ia tahu, kisah hidupnya bersama koloni bukan hanya perjalanan biasa, melainkan sebuah pelajaran bagi semua makhluk yang mau berpikir, sebagaimana yang Allah firmankan dalam Al-Qur’an.

Dan sejak hari itu, koloni semut Mentari dikenal sebagai koloni yang penuh dengan cahaya kebersamaan dan ketaatan, menjadi teladan bagi makhluk kecil lain di hutan.

Epilog: Cerita ini berakhir, namun hikmahnya terus hidup. Semut Mentari hanyalah gambaran kecil dari ajaran besar yang Allah sampaikan dalam Al-Qur’an. Anak-anak, ingatlah bahwa setiap makhluk ciptaan Allah memiliki peran. Belajarlah dari semut: bekerja keras, saling menolong, sabar, dan selalu bersyukur. Dengan begitu, kita akan tumbuh menjadi manusia yang mulia.

===================================================================

Garahan, 07 Oktober 2025 / Selasa, 14 Rabiul Akhir 1447 H, 06.52 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post