Episode 6 Gajah yang Ditundukkan Burung Ababil (T.598)
Kisah ini adalah kisah yang terinspirasi dari surat Al-Fil dari ayat 1 sampai 5 yaitu:
1. "Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah?"
2. "Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia?"
3. "Dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong." 4. "Yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar"
5. "Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat)."

Di tanah Makkah yang gersang, berdiri sebuah rumah suci bernama Ka’bah. Sejak zaman Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, Ka’bah dijadikan tempat beribadah kepada Allah. Setiap tahun, orang-orang datang dari berbagai negeri untuk beribadah di sana.

Namun, ada seorang raja sombong dari negeri Yaman bernama Abrahah. Ia membangun sebuah gereja megah di Sana’a. Ia ingin orang-orang meninggalkan Ka’bah dan beribadah di gerejanya. Akan tetapi, harapannya gagal. Orang-orang tetap pergi ke Makkah untuk mengunjungi Ka’bah. Abrahah pun marah besar.
Ia lalu merencanakan sesuatu yang jahat: menghancurkan Ka’bah dengan pasukan gajahnya. Dengan gagah, Abrahah memimpin pasukan besar, lengkap dengan seekor gajah raksasa bernama Mahmud. Pasukan itu menuju Makkah dengan wajah penuh kesombongan.

Ketika penduduk Makkah mendengar kabar itu, mereka takut. Mereka berkata kepada pemimpin Quraisy, yaitu Abdul Muthalib (kakek Nabi Muhammad ﷺ). Namun, Abdul Muthalib menenangkan mereka:
“Ka’bah ini rumah Allah. Biarlah Allah yang menjaganya.”
Pasukan Abrahah pun tiba di dekat Makkah. Mereka menyiapkan gajah untuk menyerbu Ka’bah. Namun, tiba-tiba gajah itu menolak berjalan. Mereka memukulnya, menariknya, bahkan menusuknya, tetapi gajah itu tidak mau melangkah ke arah Ka’bah. Ajaibnya, jika diarahkan ke arah lain, gajah itu berjalan dengan mudah.

Ketika pasukan Abrahah kebingungan, tiba-tiba langit dipenuhi ribuan burung kecil bernama Ababil. Burung-burung itu datang berkelompok, masing-masing membawa batu kecil dari tanah liat yang dibakar. Dengan izin Allah, burung-burung itu menjatuhkan batu-batu tersebut tepat ke arah pasukan Abrahah.
Batu kecil itu ternyata sangat dahsyat. Pasukan Abrahah hancur berjatuhan. Tubuh mereka luluh seperti daun kering dimakan ulat. Abrahah sendiri terluka parah dan melarikan diri dengan penuh ketakutan.


Batu kecil itu ternyata sangat dahsyat. Pasukan Abrahah hancur berjatuhan. Tubuh mereka luluh seperti daun kering dimakan ulat. Abrahah sendiri terluka parah dan melarikan diri dengan penuh ketakutan.
Ka’bah pun selamat. Tidak ada satu pun yang bisa merusaknya, karena Allah-lah yang menjaganya. Peristiwa ini terjadi pada tahun kelahiran Rasulullah ﷺ, yang kemudian dikenal dengan sebutan Tahun Gajah.

Pesan untuk Anak-anak: Dari kisah pasukan gajah, kita belajar bahwa sebesar apa pun kekuatan manusia, tidak akan bisa mengalahkan kekuasaan Allah. Kita juga harus percaya bahwa Allah selalu menjaga rumah-Nya dan orang-orang yang beriman kepada-Nya. Kesombongan hanya akan membawa kehancuran, sedangkan tawakal kepada Allah membawa keselamatan.
===================================================================
Garahan, 13 Oktober 2025 / Senin, 20 Rabiul Akhir 1447 H, 07.54 WIB
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
