Episode 10 Menulis di Papan Lusuh (T.634)
Keteguhan hati Gilang tetap membara dalam hatinya untuk selalu belajar dan belajar, mendalami pelajaran lama dan membaca pelajaran yang baru, berbagai ragam ilmu yang ia pelajari akan menambah pengetahuan dan pengalamannya. Di Madrasah dan dirumah adalah tempat untuk belajar yang menyenangkan. Keterbatasan ekonominya tidak membuatnya menyerah dengan keadaan bahkan bagi dirinya lebih bersemangat untuk selalu belajar.
Triplek persegi panjang berukuran 1 meter kali 1,5 meter menggantung di dinding kamarnya, dinding anyaman bambu yang telah lusuh di cat dengan kapur tetap melekat. Dengan kapur tulis seadanya, Gilang menulis Pekerjaan rumah matematika tentang bangun datar dengan rumusny jika sudah mengetahui rumus dan menghasilkan nilai akhir, baru di tulis di dalam buku tulisnya dengan penerangan lampu dop yang tidak begitu terang. Sekali-kali mata Gilang menatap lebih dekat agar tulisannya bisa dibaca.

Mata seorang ibu selalu mengawasi gerak-gerik anaknya yang berada dalam kamarnya sambil melipat baju yang telah kering. Ibu Gilang kagum melihat semangat anaknya yang selalu belajar setelah menjemput dirinya di warung, bersyukur tiada batas telah memiliki anak serajin Gilang yang berbeda dari saudara-saudaranya lainnya.
“Gilang, sudah malam, ayo tidur dulu besok sekolah,” perintah ibunya yang masih melipat baju.
“Iya bu, PR matematika Gilang belum selesai tinggal dua lagi, kalau ibu mau tidur, tidurlah duluan.” Kata Gilang yang masih menyalin jawaban dari papan tulisnya yang lusuh dan terkelupas.

“Ibu belum ngantuk, lagian melipat baju belum selesai, biarlah Ibu menemani Gilang belajar dari sini.” Ibu gilang duduk di balai-balai bambu di ruang tamu, setumpuk baju yang telah dilipat siap dimasukkan ke dalam lemari.
“Gilang, besok ibu berangkat agak pagi, Subuh nanti ibu masak untuk sarapan Gilang, uang sakunya ada di meja sini.”
“Iya bu, terima kasih, Insyaallah Gilang juga berangkat pagi karena ada piket kelas.”
Rupanya pekerjaan rumah Gilang sudah terselesaikan, dengan menggunakan kain bekas, Gilang menghapus tulisan yang ada di papan lusuh sampai bersih, merapikan buku-bukunya yang berserekan di meja kamarnya dan memasukkan buku dan alat tulisnya ke dalam tas ranselnya yang mulai berlubang.

Gilang menuju kamar mandi yang berada belakang dapur membersihkan tangan dan kakinya sebelum tidur. Ketika Gilang lewat di depan kamar ibunya, ia melihat ibunya sudah tidur dengan nyenyak dan mendekati kamarnya tanpa pintu. Gilang mengambil selimut tua milik ibunya yang berada di belakang kaki ibunya, pelan-pelan sekali melebarkan selimut dan menyelimuti ke tubuh ibunya.

Perlahan-perlahan Gilang mengecup kening ibunya dan tangan Gilang menengadah ke atas langit seraya berdoa:
“Ya Allah sehatkanlah badan ibuku, panjangkanlah usianya, jauhkan dari segala penyakit, penyakit hati, pikiran maupun penyakit badan. Bahagiakanlah dirinya seperti ia membahagiakan hidupku, Amin Allahumma Amin.”
Kedua telapak tangan Gilang di usapkan ke wajahnya, perlahan-lahan keluar dari kamar ibunya menuju kamarnya. Sebelum tidur ia menatap jutaan bintang yang berada di ruang malam angkasa raya, Ia bergumam di dalam hatinya,
“Ya Allah jadikanlah aku seperti bintang di atas sana, terang di malam hari menambah indahnya malam. Begitu juga dengan diriku semoga bisa menerangi ruang Ibu dan bapakku walau hanya secuil cahaya.”
Setelah menatap bintang, Ia pun merebahkan dirinya ke kasur kapuknya, menyelimuti dirinya dan berdoa sebelum tidur, hingga beberapa saat kemudian, suaran napas teratur terdengar dari hidung Gilang yang telah tertidur pulas di pangkuan malam yang sunyi.
===================================================================
Garahan, 20 November 2025 / Kamis, 29 Jumadil Awal 1447 H, 15.54 WIB

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
