Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Episode 15 Kabar Baik dari Bali (T.639)

Episode 15 Kabar Baik dari Bali (T.639)

Pagi itu, sinar matahari masuk melalui celah-celah jendela rumah Gilang. Udara terasa sejuk setelah hujan turun semalam. Gilang bangun lebih awal dari biasanya. Setelah mandi dan sarapan sederhana, ia duduk di teras sambil menikmati embusan angin pagi. Namun pikirannya masih dipenuhi rasa rindu dan kekhawatiran pada bapaknya di Bali.

Tiba-tiba suara langkah terdengar dari dalam rumah. Ibu muncul sambil membawa sepiring onde-onde hangat.

“Gilang, nak… sini, sarapan dulu. Hari ini kamu sekolah, kan?”

“Iya, Bu,” jawab Gilang sambil tersenyum kecil.

Namun senyum itu belum sepenuhnya lepas dari rasa cemas. Sejak bapaknya sakit, rumah terasa berbeda lebih sepi, lebih berat rasanya. Gilang belum tahu bagaimana kondisi bapak hari ini. Tapi kali ini, ia memilih diam dan hanya berharap dalam hati.

Tak lama kemudian, suara sepeda motor berhenti di depan rumah. Gilang menoleh, penasaran. Ia melihat Pakde Hasan turun sambil tersenyum lebar.

“Assalamualaikum!” serunya lantang.

“Waalaikumsalam!” ibu jawab sambil mendekat. Mata ibu terlihat berharap, seolah menunggu kabar.

Pakde Hasan mendekat, lalu berkata pelan namun jelas,

“Saya baru dapat kabar dari Bali. Alhamdulillah, Suamimu sudah jauh lebih baik. Dokter bilang kondisinya stabil dan bisa kembali bekerja minggu depan.”

Mata ibu langsung berkaca-kaca. Senyum muncul, kali ini tulus dan lega.

“Ya Allah… alhamdulillah…” bisiknya sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan.

Gilang berdiri kaku sesaat, lalu pelan-pelan wajahnya berubah cerah.

“Pakde… benar? bapak sudah sembuh?” suaranya bergetar menahan gembira.

Pakde menepuk bahunya.

“Benar, Le. bapakmu orang kuat. Selain itu, kamu sudah banyak bantu dengan doa. Allah mendengar doa anak yang tulus.”

Gilang menunduk. Ada rasa hangat mengalir di dadanya campuran haru, lega, dan syukur.

Di madrasah, Gilang merasa hari itu berbeda. Ia berjalan lebih ringan, senyumnya lebih lebar. Teman-temannya menyadari perubahan itu.

“Lang, kamu kok ceria banget hari ini?” tanya Yuda sambil memiringkan kepala.

Gilang mengangguk kecil.

“bapakku sembuh. Sudah bisa kerja lagi.”

Teman-temannya langsung bersorak kecil.

“Wah! Alhamdulillah!” seru Nisa.

“Syukurlah! Kami juga ikut senang!” tambah Rara.

Ibu Rohmah yang mendengar percakapan itu ikut tersenyum.

“Alhamdulillah, Gilang. Lihat? Doamu tidak sia-sia. Allah tahu kapan waktu terbaik memberi jawaban.”

Gilang menatap gurunya penuh hormat.

“Terima kasih, Bu… karena Ibu yang mengajari saya untuk tidak berhenti berdoa.”

Ibu Rohmah mengusap kepala Gilang dengan lembut.

“Kamu anak yang hebat. Jangan lupa, setiap ujian selalu mendatangkan hikmah. Kadang Allah ingin kita belajar sabar, syukur, dan yakin.”

Malam hari, Gilang duduk bersama ibu di ruang tamu. Mereka menyiapkan rencana kecil untuk menyambut bapak ketika pulang nanti.

“Bu… kalau bapak pulang, boleh nggak kita buat banner dari kertas warna? Biar bapak senang.”

Ibu tertawa kecil.

“Boleh. Tapi jangan lupa, yang paling bapak inginkan bukan banner, tapi anaknya tetap baik, patuh, dan belajar sungguh-sungguh.”

Gilang mengangguk mantap.

“Aku janji, Bu.”

Langit sore perlahan berubah jingga. Gilang memandangnya sambil berbisik dalam hati:

“Ya Allah terima kasih atas nikmat yang engkau berikan hari ini. Aku tidak sendiri.”

Hari itu Gilang belajar satu hal penting: harapan tidak boleh mati, doa tidak boleh berhenti, dan cinta keluarga selalu menjadi kekuatan terhebat yang membuat seseorang bertahan, berjuang, dan kembali pulang.

=================================================================

Garahan, 26 November 2025 / Rabu, 4 Jumadil Akhir 1447 H, 08.09 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post