Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Episode 20 Kabar dari Kabupaten (T.646)

Episode 20 Kabar dari Kabupaten (T.646)

Hari Senin pagi itu terasa berbeda. Halaman madrasah ramai seperti biasa, tetapi ada aura penasaran yang menyelimuti para siswa dan guru. Para murid berlarian ke kelas masing-masing, sementara beberapa guru tampak berdiskusi pelan sambil membawa sebuah amplop cokelat bertanda resmi.

Di kelas 5, Gilang duduk tenang sambil membuka bukunya. Ia tidak tahu apa pun. Baginya, hari ini sama saja seperti hari-hari lain: belajar, mengaji, dan bermain dengan teman-temannya.

Namun, Bu Rohmah memasuki kelas dengan langkah yang sedikit lebih cepat dari biasanya. Raut wajahnya tampak bahagia dan ada sedikit getaran semangat dalam suaranya ketika ia berkata,

“Anak-anak, hari ini Ibu membawa kabar penting.”

Sontak kelas menjadi sunyi. Semua mata tertuju pada guru yang mereka sayangi itu.

Bu Rohmah mengangkat amplop cokelat itu perlahan. Logo Kemenag Kabupaten terlihat di bagian kiri atas.

“Ini adalah hasil lomba menulis tingkat kabupaten,” katanya sambil tersenyum.

Beberapa murid mulai berbisik, saling menebak-nebak. Rafi menyenggol bahu Gilang pelan.

“Lang… jangan-jangan kamu menang.”

Gilang menggeleng cepat sambil tersenyum malu.

“Nggak mungkin, Raf. Yang ikut kan banyak dari sekolah lain.”

Bu Rohmah membuka amplop itu dengan hati-hati. Semua murid menahan napas.

Ia membaca isi surat beberapa detik, lalu menutupnya pelan-pelan. Senyumnya makin lebar.

“Alhamdulillah…” ucapnya dengan suara haru,

“Murid dari kelas ini menjadi Juara 1 lomba menulis tingkat kabupaten.”

Kelas langsung riuh.

“Siapa?!!” “Bu, siapa???” “Pasti Kak Nisa!”

Bu Rohmah mengangkat tangan agar suasana kembali tenang. Ia memandang Gilang dengan mata berbinar.

“Pemenangnya adalah Gilang Ramadhan.”

Sejenak kelas kembali hening seolah semua pikiran berhenti.

Mata Gilang membesar. Ia tidak bisa berkata apa-apa. Seolah tubuhnya membeku.

Lalu,

“YEAAAHHH!!!”

Semua murid berteriak dan bertepuk tangan. Rafi langsung memeluk Gilang sambil tertawa.

“Aku bilang apa, Lang!? Kamu pasti menang!”

Gilang tertawa kecil, tetapi matanya berkaca-kaca. Ia benar-benar tidak percaya.

Bu Rohmah berjalan mendekat lalu menepuk bahu Gilang pelan.

“Selamat, Nak. Kamu menang bukan karena kata-kata indah saja, tapi karena tulisanmu jujur dan dari hati.”

Gilang menunduk, menahan air mata yang ingin jatuh.

“Terima kasih, Bu…” ucapnya pelan namun penuh rasa syukur.

Bu Rohmah lalu berkata,

“Insyaallah minggu depan ada undangan resmi untuk menerima piala dan sertifikat di kantor Kemenag. Kamu boleh mengajak orang tua.”

Mendengar itu, dada Gilang terasa hangat. Yang terlintas pertama kali di kepalanya bukan piala, bukan panggung, tapi wajah Bapak.

“Bu…” Gilang berkata pelan. “Ya, Nak?” “Kalau Bapak saya datang… boleh?”

Bu Rohmah tersenyum lembut senyum hangat yang hanya dimiliki seorang guru yang memahami muridnya.

“Bukan hanya boleh, Gilang. Ibu sangat berharap Bapakmu hadir. Momen seperti ini layak disaksikan oleh orang yang paling berjasa dalam hidupmu.”

Gilang mengangguk pelan, bibirnya bergetar menahan haru.

Rafi lalu berteriak,

“Wah! Kalau Gilang nanti naik panggung, kita harus dukung dong!”

Anak-anak langsung bersorak lagi. Ada yang menabuh meja seperti drum, ada yang menari kecil, ada pula yang berteriak:

“GILANG SANG PENULIS!”

Gilang tertawa tertawa yang penuh bahagia, bangga, dan rasa syukur.

Dalam hati ia berdoa pelan:

“Ya Allah… terima kasih. Ini bukan hanya untukku. Ini untuk Bapak. Untuk perjuangannya. Untuk peluh dan doanya.”

Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Gilang merasa bahwa kata-kata memiliki kekuatan: kekuatan untuk menyembuhkan, mengingatkan, dan membawa cahaya pada orang lain.

Hari itu, Gilang tidak hanya menjadi juara ia menjadi inspirasi. Dan perjalanan mimpinya baru saja dimulai.

===================================================================

Garahan, 1 Desember 2025 / Senin, 9 Jumadil Akhir 1447 H, 07.00 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post