EPISODE 28. Kera yang Berbuat Nakal (QS. Al-Baqarah 65) (T.618)
Di sebuah hutan lebat yang penuh pohon tinggi, hidup sekelompok kera yang ceria. Mereka selalu bermain, memanjat dahan, dan saling bergelantungan dengan lincah. Di antara mereka, ada seekor kera nakal bernama Kiko. Kiko sering berbuat iseng, mengambil buah dari kebun orang lain, dan menakuti kera lain dengan tingkahnya yang usil.

Suatu hari, kera-kera lain mendengar kisah yang diceritakan burung tua tentang kaum Bani Israil, yang pernah durhaka kepada Allah dengan melanggar perintah-Nya. Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 65:
"Dan kamu telah mengetahui orang-orang yang melanggar sabda Allah itu, lalu Kami menjadikan mereka kera hina."
Burung tua itu berkata kepada kera-kera muda,
“Kalian harus belajar dari peringatan ini. Orang yang durhaka akan mendapat azab Allah, dan hukuman itu bisa sangat berat. Hati-hati dalam berbuat nakal, karena Allah Maha Melihat.”

Kiko, yang sedang asyik memanjat pohon, mendengar cerita itu dan tersenyum nakal.
“Ah, itu cuma cerita lama. Kita kera, kita bebas berbuat apa saja,” pikirnya. Namun, lama-lama ia merasa ada yang aneh. Kera-kera lain mulai menjauh darinya, seolah takut dengan ulahnya. Ia merasa sepi, meski masih bisa memanjat dan melompat dengan bebas.
Suatu malam, Kiko termenung di cabang pohon sambil menatap bulan yang bersinar. Ia mulai berpikir,
“Kalau aku terus bersikap nakal dan tidak peduli, jangan-jangan Allah murka padaku, seperti kaum Bani Israil dulu.” Hatinya mulai tergerak. Ia mengingat bahwa durhaka pada perintah Allah membawa akibat yang sangat besar.
Keesokan harinya, Kiko mencoba berubah. Ia tidak lagi mengambil buah milik kera lain atau menakuti mereka. Ia belajar membantu kera muda mencari makanan dan menjaga keamanan di hutan. Lambat laun, kera-kera lain mulai mendekat, tersenyum, dan kembali bermain bersamanya.

Kiko menyadari bahwa kebaikan lebih indah daripada kenakalan. Ia belajar bahwa Allah melihat setiap perbuatan, besar maupun kecil. Meskipun dirinya hanyalah seekor kera, ia tetap bisa belajar untuk menaati aturan dan menjadi makhluk yang bermanfaat bagi sekitarnya.
Kisah ini mengajarkan anak-anak bahwa kenakalan dan durhaka tidak akan membawa kebaikan. Allah selalu mengingatkan manusia melalui kisah-kisah, termasuk kisah Bani Israil yang dikutuk menjadi kera karena durhaka. Pelajaran yang bisa diambil adalah selalu berbuat baik, menghormati orang lain, dan menaati perintah Allah.
Kiko menjadi contoh bahwa perubahan itu mungkin. Meski dulu nakal, ia mampu belajar disiplin dan kesadaran diri. Ia pun menjadi kera yang bijak, dihormati kera-kera lain, dan hidup damai di hutan.

Dengan demikian, kisah kera nakal ini menjadi pengingat bagi semua, bahwa Allah Maha Melihat dan akan menegur hamba-Nya yang durhaka. Namun, mereka yang mau belajar dan bertobat akan menemukan jalan kebaikan, sebagaimana Kiko yang belajar dari kesalahannya. Anak-anak bisa belajar bahwa ketaatan kepada Allah adalah kunci kebahagiaan dan keselamatan, tidak hanya bagi manusia, tetapi juga sebagai pelajaran dari makhluk ciptaan-Nya.
=============================================================================================
Garahan, 04 November 2025 / Selasa, 12 Jumadil Awal 1447 H, 08.41 WIB

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
