Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
EPISODE 29. Kambing Nabi Shalih yang Patuh (kisah tafsir & hikmah) (T.619)

EPISODE 29. Kambing Nabi Shalih yang Patuh (kisah tafsir & hikmah) (T.619)

Di sebuah lembah yang luas dan kering, tinggal Nabi Shalih bersama kaumnya, kaum Thamud. Allah mengutus Nabi Shalih untuk mengingatkan mereka agar menyembah hanya kepada Allah dan meninggalkan perbuatan jahat. Kaum Thamud terkenal dengan kekuatan dan kemewahan mereka, tetapi mereka sombong dan sering menentang perintah Allah.

Suatu hari, Allah memberikan mukjizat kepada Nabi Shalih: seekor kambing betina yang ajaib. Kambing itu bukan kambing biasa; ia sehat, gemuk, dan mampu memberi susu melimpah untuk seluruh kaum tanpa henti. Namun, ada satu perintah khusus dari Allah: kambing itu tidak boleh disakiti atau dicederai.

Kaum Thamud awalnya takjub. Mereka bisa memeras susu kambing itu kapan saja tanpa kekurangan. Nabi Shalih pun mengingatkan mereka dengan sabar:

“Ini adalah ujian dari Allah. Kalian harus menjaga kambing ini. Jangan pernah menyakitinya, karena barangsiapa yang melanggar, akan mendapat azab Allah.”

Namun, sifat manusia memang mudah tergoda. Beberapa orang yang sombong mulai merencanakan untuk menyakiti kambing itu. Mereka berkata di antara mereka sendiri:

“Kambing ini hebat, tapi ia terlalu istimewa. Kita ingin memiliki kekuatan itu untuk diri sendiri.”

Sementara itu, kambing betina itu tetap patuh pada perintah Allah. Ia berjalan perlahan di padang, selalu menjauhi orang-orang yang berniat jahat. Bahkan ketika dikejar, ia mampu menghindar dengan lincah. Keistimewaannya membuat banyak anak-anak Thamud kagum. Mereka sering mengikuti kambing itu, menatapnya dengan penuh kekaguman, dan belajar bahwa ciptaan Allah memiliki tujuan dan hikmah.

Sayangnya, kaum yang durhaka tetap melancarkan niat jahat mereka. Suatu malam, mereka menyerang kambing itu dan menyakitinya. Nabi Shalih sangat sedih, tetapi ia tahu bahwa perintah Allah adalah yang paling utama. Azab Allah pun turun kepada kaum Thamud. Gunung-gunung yang kuat runtuh, badai dahsyat melanda, dan kaum itu pun hancur.

Kambing yang patuh itu selamat, menjadi saksi betapa pentingnya menaati perintah Allah. Ia tetap memberi manfaat bagi mereka yang beriman dan menjadi pengingat bagi generasi yang akan datang bahwa ketaatan kepada Allah membawa keselamatan.

Kisah kambing Nabi Shalih mengajarkan anak-anak beberapa pelajaran penting. Pertama, semua ciptaan Allah memiliki tujuan, bahkan hewan. Kedua, ketaatan terhadap Allah lebih penting daripada kesenangan atau keuntungan sesaat. Ketiga, melanggar perintah Allah akan membawa akibat yang besar.

Anak-anak bisa belajar bahwa ketaatan kecil pun bernilai besar. Seperti kambing Nabi Shalih yang patuh, kita pun harus berusaha menaati Allah dalam segala hal: menjaga amanah, berbagi kebaikan, dan selalu menjauhi perbuatan yang dilarang. Dengan begitu, hidup akan penuh berkah dan Allah akan selalu melindungi hamba-hamba-Nya yang taat.

===================================================================

Garahan, 05 November 2025 / Rabu, 13 Jumadil Awal 1447 H, 20.35 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post