Episode 3 Ibu dan Warung Nasi Pinggir Jalan (T.626)
Sebelum adzan Subuh berkumandang, Ibu Gilang bangun terlebih dahulu sebelum anak-anaknya bangun, dia menyempatkan diri menengok kamar anak-anaknya dan menghampiri mereka di masing-masing kamarnya, ada perasaan lega melihat anak-anaknya sehat wal afiat, sesekali menghela napas seraya berdoa dalam hati,
”Ya Allah, Jadikanlah anak-anak saya sebagai penyejuk hati selama hidupku.”
Tangannya yang kasar karena memperjuangkan bertahan hidup, meraih ujung selimut yang usang menutup badan anak-anaknya agar tidak kedinginan dan digigit nyamuk.

Putaran Tasbih bergerak perlahan-lahan setelah sujud subuh berakhir dengan kalimat tahiyat akhir terucap dari bibir seorang ibu, pejaman matanya menunjukkan kekhusyukan akan ibadahnya yang tak terhenti dengan kesibukan di dunia. Doa pun terpanjatkan dengan lirih menghancurkan kesunyian Subuh dan diakhiri dengan mengusap telapak tangannya ke wajah dan menanggalkan mukenanya di dipaku yang tertancap di dinding kamarnya.
Tangan yang penuh bekas luka meraih beras yang tersimpan dalam kuali tanah yang cukup besar dan terdengar suara benturan kobokan (alat pengambil beras yang terbuat dari alumunium berbentuk bulat cekung) dengan dasar kuali tanah. Menandakan persediaan beras menipis, dituangkanlah beras dalam kesseh (anyaman bambu berbentuk bulat) untuk mencuci beras. Bara api dalam tungku pun menyala terang, kepulan asap tungku menyeruak keluar dapur menandakan kegiatan masak memasak di kampung dimulai.

Nasi, tahu goreng, ikan pindang dan tumis kangkung mewarnai meja makan sederhana, sebelum berangkat ke warung nasi tempat ia bekerja,Ibu Gilang menyiapkan sarapan pagi untuk anak-anaknya terutama Gilang si anak bungsunya. Setelah anak-anaknya berangkat sekolah, barulah ia memulai aktifitas sebagai tukang masak di warung nasi yang cukup dekat dari rumahnya.

Ibu Gilang hanya sebagai tukang masak dan mencuci alat dapur, bekerja ikut Ibu Misja sebagai pemilik warung nasi. Bukan hanya nasi pecel yang menjadi menu pada warung nasi tersebut, ada nasi campur dan rawon, walaupun warung kecil di pinggir jalan raya, banyak orang mampir dan makan di warung tempat ibu Gilang bekerja. Ibu Gilang bekerja dari pukul 07.00 pagi sampai 07.00 malam, sekali-kali ia pulang menengok anak-anaknya yang ada dirumah sekedar menanyakan sholat dan makan siang. Setelah sholat dhuhur, ia kembali ke warung nasinya.
Dua Saudara Gilang yaitu kakak kedua dan ketiganya dipondokkan di desa sebelah, tinggallah Gilang menemani ibunya. Saat ibunya bekerja di warung nasi,Gilang dititipkan ke bibinya sebelah rumah dan menemani anaknya yang masih balita. Sepulang mengaji, Gilang menjemput ibunya ke warung nasi, jika warung ramai pembeli, Gilang menemani ibunya sampai jam 9 malam. Ibu Misja yang kerapkali menyuruh Gilang makan atau memberinya krupuk atau peyek sambil menunggu ibunya selesai bekerja, Gilang memang pemalu, terkadang menolak untuk makan hanya mengambil krupuk menemani kesendiriannya dengan menguyah krupuk.

Ibunya terkadang melihat tingkah laku Gilang dengan senyuman, bila telah malam merambat, Gilang dan ibunya pulang sambil memeluk anak kesayangannya menanyakan kegiatan kesehariannya menembus malam yang sunyi di sepanjang jalan kampung. Sekali-kali ada tawa kecil terdengar bila ada cerita yang lucu.

Ibu Gilang menangis ditengah malam saat melihat Gilang tertidur pulas dengan keadaan rumah tangga yang jauh dari kemewahan, mestinya Gilang tidak mengalami kepahitan hidup tidak seperti saudara-saudara lainnya yang telah menikmati masa kejayaan keluarga sebagai pedagang bakso yang sukses. Harapan dalam hatinya, semoga kelak Gilang memperoleh kesuksesan.
===================================================================
Garahan, 11 November 2025 / Selasa, 20 Jumadil Awal 1447 H, 10.16 WIB

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
