Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
EPISODE 30 Burung-burung yang berstasbih kepada Allah (T.621)

EPISODE 30 Burung-burung yang berstasbih kepada Allah (T.621)

Pada suatu pagi yang cerah, langit tampak biru tanpa awan. Angin berhembus lembut, membawa suara kicauan burung yang memenuhi udara. Di atas pohon tinggi, sekelompok burung sedang berkumpul ada burung pipit, burung merpati, burung elang, bahkan seekor burung nuri yang warnanya indah sekali.

Burung-burung itu tidak hanya berkicau tanpa makna. Sebenarnya, mereka sedang bertasbih kepada Allah, Sang Pencipta. Setiap kepakan sayap, setiap suara kicau, adalah bentuk ibadah mereka. Mereka mengingat Allah tanpa henti, meski manusia tidak selalu mengerti bahasa mereka.

Seekor burung pipit kecil bernama Tariq bertanya kepada ibunya, “Ummi, apakah benar setiap burung tahu cara memuji Allah?”

Sang ibu tersenyum lembut. “Benar, anakku. Setiap makhluk yang Allah ciptakan memiliki cara sendiri untuk bertasbih. Kita burung menggunakan kicauan dan kepakan sayap. Ikan di laut menggunakan gerakan airnya. Bahkan batu-batu pun bisa bertasbih.”

Tariq menatap ke langit. Ia merasa kecil, tapi hatinya penuh rasa takjub. Ia mulai mengepakkan sayapnya dan berkicau lembut. Ia ingin ikut memuji Allah seperti burung-burung lainnya.

Sementara itu, di bawah pohon, ada seorang anak bernama Rafi, yang sedang duduk membaca Al-Qur’an. Ketika ia membaca surat An-Nur ayat 41, ia berhenti sejenak dan memandang burung-burung di atas.

Ia berbisik,

“Masya Allah… ternyata semua burung itu sedang bertasbih. Aku ingin seperti mereka, selalu mengingat Allah.”

Rafi pun menutup mushafnya, lalu menengadahkan tangan dan berdoa, “Ya Allah, jadikanlah aku hamba-Mu yang rajin berdzikir, seperti burung-burung di langit yang tak pernah lupa memuji-Mu.”

Saat itu juga, seolah menjawab doanya, sekumpulan burung beterbangan di atas kepalanya, membentuk pola indah di langit. Mereka mengepakkan sayap dengan suara yang menenangkan, seakan berkata:

“Subhanallah, Subhanallah…”

Rafi tersenyum bahagia. Ia merasa seolah burung-burung itu sedang mengajarkannya tentang keikhlasan beribadah.

Hari mulai senja. Burung-burung kembali ke sarang masing-masing. Tariq dan ibunya pun bersiap beristirahat. “Ummi,” kata Tariq sebelum tidur,

“Aku ingin setiap hari bertasbih kepada Allah, seperti hari ini.”

Ibunya membelai kepala Tariq dengan lembut. “Itulah tanda bahwa hatimu telah mengenal Penciptanya, Nak. Jika semua makhluk di langit dan di bumi bertasbih, maka manusia pun seharusnya lebih banyak bersyukur.”

Malam pun tiba. Langit gelap dihiasi bintang-bintang. Suara jangkrik terdengar di antara pepohonan. Tapi dari kejauhan, masih terdengar suara burung malam yang lembut. Mereka tidak tidur sepenuhnya. Mereka tetap mengingat Allah dengan cara mereka sendiri.

Dan di kamar kecilnya, Rafi juga belum tertidur. Ia membuka jendela dan memandang langit. “Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar,” bisiknya pelan.

Ia kini mengerti bahwa zikir bukan hanya dengan lisan, tapi juga dengan hati yang selalu mengingat Allah.

Pesan Moral:

Setiap makhluk di dunia ini bertasbih kepada Allah dengan caranya masing-masing. Burung-burung mengajarkan kita untuk selalu ingat kepada Pencipta, bahkan dalam hal-hal kecil. Mari kita isi hari-hari kita dengan dzikir, rasa syukur, dan kebaikan, agar hidup kita seindah kicauan burung di pagi hari.

Akhir cerita:

Alhamdulillah salah satu kisah makhluk hidup yaitu hewan telah selesai, semoga kisah hewan-hewan yang telah disebutkan baik di dalam Al-Qur'an, Hadits Nabi, Tafsir dan referensi Islam lainnya, akan memberi hidayah kepada kita untuk selalu bertaqwa kepada Allah Subhanallahu Ta'ala dan selalu brdzikir kepada sang Maha Pencipta sebagai Mahkluk yang mempunyai akal. Amin Allahumma Amin.

================================================================

Garahan, 06 November 2025 / Kamis, 15 Jumadil Awal 1447 H, 10.15 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post