Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Episode 5 Surat Rindu dari Bapak di Denpasar (T.628)

Episode 5 Surat Rindu dari Bapak di Denpasar (T.628)

Aroma dupa menyentuh hidung bapaknya Gilang disaat pagi hari menyapa di kota Denpasar, Gerobak sampah berisi sapu, jikrak dan karung di tarik dari mulut gang kemuning depan terminal Ubung menuju jalan Gatot Subroto dan Teuku Umar. Bapak Gilang memulai menyapu pinggiran jalan Gatot Subroto ke arah selatan sampai ke perempatan jalan. 

 

Jalanan mulai ramai dengan anak-anak sekolah menuju ke sekolah masing-masing, ada yang memakai angkutan kota, di antar dengan sepeda motor bahkan mobil pribadi. Bapak Gilang berhenti sejenak memungut botol minuman digantungkan di bibir gerobak dan duduk dibawah bunga cempaka merah muda sambil menatap hilir mudik kendaraan. Sesekali mata bapak Gilang melihat siswa SD seumuran Gilang berjalan di trotoar menuju sekolah yang berada di tengah kota. Dia teringat Gilang yang berada di kampung, dalam hatinya berbicara "Pasti Gilang hari ini berangkat sekolah,".

Matahari mulai meninggi, pekerjaan bapak Gilang sudah selesai setelah beberapa kali mendorong gerobak sampahnya ke tempat pembuangan akhir(TPA). Hari ini bapak Gilang mendapatkan dua karung barang bekas untuk dibawa pulang ke tempat kosannya. Bapak Gilang menyandarkan gerobak sampahnya di tepi tembok pagar kosannya sambil menyeka keringatnya di wajahnya, membuka sepatu dan kaos kakinya. Seandainya dia bisa berbicara pasti dia akan mengatakan: 

"Alhamdulillah ya Allah nikmat rejeki yang telah diberikan hari ini."

Selesai mandi, bapak Gilang mengambil buku menulis nominal rupiah pendapatan hari ini yang telah dimasukkan ke dalam celengan. Lembaran selanjutnya, Ia menulis surat Dengan menggunakan huruf latin tegak dengan hati-hati sampai setengah lembar kertas buku. Dilipat lembaran kertas buku dimasukkan ke dalam amplop putih dan di lem. Surat itu ditujukan kepada anaknya yaitu Gilang.

 

Nanti malam, Ipar bapaknya Gilang yang bernama Bibi Aminah bersama suaminya Pak lek Pairan yang juga bekerja sebagai pasukan kuning akan pulang ke kampung halaman selama tiga hari, Bapaknya Gilang titip surat untuk diberikan kepada Gilang dan menitipkan amplop berisi uang untuk ibunya Gilang.

Malam telah tiba sekitar jam sembilan, Bapaknya Gilang mengantarkan Bibi Aminah dan suaminya mengantarkan sampai ke terminal bis dengan membawa dua dus berisi oleh-oleh untuk diberikan kepada ibunya Gilang. Dengan gerakan tangan dan bibir menyampaikan pesan kepada mereka, Bibi Aminah dan pak lek Pairan mengangguk dan berbicara dengan bahasa isyarat. Kalau di terjemahkan "Jangan sampai lupa titipan saya khususnya suratnya untuk Gilang." 

Perlahan-lahan bis antar propinsi keluar dari terminal menuju jalan Gatot Subroto dan akhirnya hilang di ujung jalan raya. Bapaknya Gilang melangkap menyusuri jalan dan masuk gang kemuning .

 

Ibu Gilang memberikan surat beramplop putih kepada Gilang ketika pulang dari tempat kerjanya warung nasi. Dengan muka tersenyum, Ibu Gilang berkata:

"Gilang nih ada surat dari bapak." Ibu Gilang menghampiri Gilang yang berada di kasur ketika belajar dengan menggunakan lampu dop.

"Alhamdulillah, akhirnya bapak mengirim surat untuk Gilang, terima kasih Bu,"

Tangan Gilang segera menyobek amplop yang berisi tulisan dari ayah yang sangat ia kenal dengan tulisan tersebut, Ia membaca suratnya dengan hati-hati dan pelan-pelan:

"Assalamualaikum Gilang, anakku,

Bagaimana kabarmu? Semoga anakku yang Sholih ini dalam keadaan sehat wal Afiat, begitu juga bapak di Denpasar dalam keadaan sehat wal Afiat.

Bagaimana sekolahmu? Masih belajar dengan rajin) atau sering bolos? Bapak berharap Gilang selalu semangat belajar sehingga bisa menjadi anak yang dibanggakan bapak dan ibu.Amiiin.

Bapak kangen sama Gilang, kemarin bapak lihat anak SD pergi ke sekolah seketika itu bapak teringat Gilang di kampung akhirnya bapak menulis surat untuk Gilang pergi ke sekolah dengan tas dipunggung. Semoga Gilang dimudahkan dan mendapatkan ilmu yang barokah. Amin Allahumma Amin.

Gilang anakku, bapak titip kepadamu, Jagalah sholat dan mengajimu dan juga ibumu semoga diberi kesehatan.

Terima kasih Gilang, salam rindu dari bapak, jaga diri baik-baik. Terima kasih. Wassalam.

 Dalam hati Gilang berucap:

"Terima kasih bapak dan selamat hari Ayah ya bapak." 

 

Gilang mengecup lembaran surat dari bapaknya.

=================================================================

Garahan, 13 November 2025 / Kamis, 22 Jumadil Awal 1447 H, 08.19 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post