Episode 6 Madrasahku, Rumah keduaku (T.629)
Senyum mengembang bibir Gilang, setiap pagi Gilang berkemas berangkat ke Madrasah. Bangun tidur menandakan aktifitasnya di mulai dengan membersihkan tempat tidurnya terlebih dahulu, sholat subuh, membantu ibunya menyapu rumah dan halaman. Sementara Ibunya memasak untuk sarapan pagi. Seperti biasanya Gilang akan berangkat ke Madrasah pukul 06.00 pagi menyusuri jalan kampung bersama teman-temannya dengan ceria.

intu gerbang terbuka, Dua guru telah menunggu di depan gerbang menyambut Gilang dan teman-temannya juga siswa Madrasah lainnya dengan sapa, senyum dan salaman.
“Assalamualaikum bu guru!”
“Walaikumsalam anak-anakku!” sahut ibu guru Halimah.
Gilang menyalami gurunya dengan mencium punggung tangan ibu gurunya ke ujung hidungnya. Dengan senyum ceria dua guru tersebut mempersilahkan siswanya masuk ke Madrasah.

Semua siswa menuju ke kelasnya meletakkan tasnya dibangku masing-masing, sebelum mereka bermain di halaman Madrasah. Hari ini cuaca sangat cerah membuat suasana di Madrasah sangat ramai dan teriakan siswa-siswa semakin menumbuhkan rasa betah di Madrasah, Pohon kelengkeng di halaman madrasah menjadi tempat berteduh para siswa yang sedang bermain, teras kelas dipenuhi dengan tanaman hias dan bunga membuat madrasah nampak asri.
Jarum panjang menunjukkan angka 7 dan jarum pendek tertuju pada angka 1, bel masuk mulai terdengar di sudut-sudut madrasah, semua siswa berkumpul di halaman madrasah membentuk barisan sesuai kelas masing-masing. Ketua kelas menyiapkan barisan didampingi oleh wali kelas. Suara salam para siswa di halaman madrasah semakin riuh dan bersemangat untuk menerima pelajaran hari ini. Satu persatu siswa masuk ke dalam kelas dengan mencium tangan guru yang telah berdiri di hadapan para siswa.

Pembacaan doa sebelum belajar bergema disetiap kelas, dilanjutkan dengan pembacaan surat-surat pendek (Juz ‘Amma), keadaan madrasah semakin hening karena setiap siswa menyetor hafalan surat pendek yang telah ditentukan oleh Madrasah, Bebrapa saat kemudian suara siswa kembali ramai saat guru menanyakan kabarnya, pemberian semangat dengan yel-yel yang familiar di telinga mereka, kelas 1 dan 2 bernyanyi hampir berbarengan, semua tampak hidup tanpa ada kelas yang sunyi waktu jam pertama, setiap guru mempunyai metode berbeda di setiap apersepsi. Seperti yang dilakukan oleh siswa kelas 5 yang dipandu oleh Ibu Rohmah menanyakan kabar para siswanya.
“Bagaimana kabarnya hari ini?” dengan suara keras penuh semangat Ibu Rohmah berdiri di depan kelas. Siswa menjawab dengan penuh semangat,
“Alhamdulillah! Luar biasa! Tetap semangat! Allahu Akbar! Kelas 5 is the best!”
Riuh pikuk menghiasi kelas 5 yang berada disamping kelas 4.
Madrasah kembali sunyi, aktifitas para guru dikelas masing-masing mulai terasa, seperti yang dirasakan oleh Gilang sebangku dengan Fajar menyimak penjelasan Ibu guru Rohmah sebelum ada kegiatan pembagian tugas, dengan sangat lugas dan mendetail menerangkan tentang metamorfosis kupu-kupu ditambah dengan video yang ditampilkan di proyektor menambah wawasan Gilang semakin bertambah.
Di saat istirahat, Gilang bersama teman-temannya menghabiskan waktunya dengan membeli camilan di kantin Madrasah, uang saku Gilang cukup untuk membeli jajan yang harganya murah, Ia memaklumi keadaan orang tuanya yang sederhana dengan penghasilan pas-pasan walaupun begitu Gilang terus semangat untuk belajar di Madrasah dan dirumahnya.
Madrasah yang asri, guru-guru yang ramah, teman-teman Gilang yang sopan membuat ia betah, kerasan untuk sekolah di Madrasah ini. Kegiatan ekstrakurikuler yaitu Pramuka selalu di ikuti oleh Gilang. Bila ada lomba di Madrasah, ia selalu ikut sesuai dengan kemapuannya.
Saat pulang dari Madrasah setelah sholat Dhuhur berjama’ah, Gilang tetap menjaga etika ketika bertemu dengan para gurunya yang sedang lewat dengan mengucapkan salam dan menundukkan badannya.

Saat malam menjelang, Gilang bercerita tentang kesehariannya di Madrasahnya, Ibunya menyimak sambil lalu tertawa ketika ada cerita lucu yang disampaikan oleh Gilang. Madrasah bagi Gilang memang rumah kedua bagi dirinya, menganggap guru-gurunya adalah orang tua kedua.
===================================================================
Garahan, 14 November 2025 / Jum'at, 23 Jumadil Awal 1447 H, 08.00 WIB

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
