Episode 7 Teman Baru Bernama Fadil (T.630)
“Anak-anak, hari ini kita kedatangan teman baru dari kota Jember, Dia pindah sekolah karena ikut orang tuanya, Bapaknya bekerja di Perhutani Garahan,” Ibu Rohmah menoleh ke wajah siswa baru yang sudah berdiri di depan kelas.
”Ayo nak, silahkan perkenalkan namamu di depan kelas,” lanjut Ibu Rohmah sambil mempersilahkan dengan tangan kanannya ke siswa baru.
“Assalamualaikum teman-teman!” siswa baru nampak gaguk dan sedikit gemetar suaranya karena berada di tempat baru.
“Walaikumsalam wa rohmatullahi wa barakatuh!” jawaban salam serempak dari siswa terdengar nyaring di kelas 5.
Wajah siswa baru kembali memerah saat memulai lagi perkenalannya, dari sisi kanan, Ibu Rohmah menganggukkan kepalanya kepada siswa barunya untuk mengenalkan dirinya.

“Nama saya Muhammad Fadil Adiyaksa, umur 11 tahun, dulu saya sekolah di MIN 2 Sukamakmur, sekarang saya tinggal di perumahan Perhutani bersama ayah dan ibu. Mungkin hanya itu perkenalan saya, terima kasih, Assalamualaikum wa rohmatullahi wa barokatuh,”
Semua siswa bertepuk tangan dan ada siswa yang ingin segera berkenalan lebih dekat lagi dengan Fadil, itulah panggilannya.
”Terima kasih Fadil atas perkenalannya, silahkan Fadil duduk bersama dengan Gilang. Gilang! tolong Fadil dibimbing dan ditemani!” Ibu Rohmah mengantarkan Fadil ke kursi tempat Gilang duduk yang berada di bangku paling depan sebelah kanan.
“Ayo sini Fadil duduk dengan saya, semoga kamu betah di madrasah ini!” Gilang mempersilahkan Fadil duduk disampingnya.
Setelah selesai perkenalan siswa baru, Ibu Rohmah melanjutkan pembelajaran IPA.
Suara bel listrik terdengar di pojok kelas, semua siswa berhamburan keluar kelas menuju kantin madrasah dan penjual kue lainnya di depan gerbang. Gilang mengajak Fadil ke kantin Madrasah yang berada di samping kantor.
“Fadil kalau mau beli jajan, ayo ikut saya!” ajak Gilang sambil memegang lengan Fadil dan Fadil pun mengikuti Gilang dari belakang.

Mereka menikmati es krim di halaman madrasah dibawah pohon kelengkeng,
“Dil, boleh saya bertanya?”
“Silahkan Gilang!”
“Heeemmmm lebih enak hidup dimana? Dikota apa di desa dil?” Tanya Gilang sambil menikmati es krimnya yang hampir jatuh dari bibir contongnya.
“Saya suka di desa, hawanya sejuk, tidak bising, banyak teman untuk bermain, orang ramah-ramah,” jawabannya Fadil sungguh diluar nalar Gilang, dalam hatinya mengatakan kalau Gilang ingin hidup dikota, sekolah dikota lebih enak, banyak fasilitas pendidikan yang disediakan, banyak hiburan dan banyak kendaraan bermotor.
“Heh Gilang kenapa bengong?”
“Eh ya dil, apa katamu?”
“Kenapa kamu bengong?”
“Ah tidak dil, saya kira jawabanmu sesuai dengan apa yang ada di dalam pikiranku, eh ternyata terbalik jawabannya,”
“Terbalik bagaimana?” Fadil penasaran dengan apa yang dipikirkan oleh Gilang.
“Kalau hidup dikota yang saya bayangkan adalah kemudahan, serba ada, serba modern, banyak pertokoan, alun-alun yang luas, mau beli apa saja sudah ada di depan mata tinggal ambil dan bayar sedangkan kalau di desa mau beli sesuatu harus ke kota dulu, pokoknya hidup di kota itu enak!”
“Betul sekali Gilang hidup dikota memang serba ada akan tetapi harus bekerja keras karena dikota serba beli, kalau hidup di desa mau masak sayuran tinggal petik dikebun, mau makan buah tinggal petik, mau makan tinggal ambil beras di lumbung padi, udaranya bersih, sejuk dan banyak pohon, betapa nikmatnya hidup di desa.”
Mereka nampak akrab sekali walaupun mereka berkenalan baru hari ini.
Suasana kembali sepi setelah bel masuk kembali bordering, semua siswa masuk ke kelasnya masing-masing untuk mendapatkan pelajaran baru dari guru-guru mereka.
=================================================================
Garahan, 15 November 2025 / Sabtu, 24 Jumadil Awal 1447 H, 08.37 WIB

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
