Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Jelajah Literasi Bromo (T.647)

Jelajah Literasi Bromo (T.647)

Apa yang disampaikan CEO Mediaguru yaitu Bapak Muhammad Ihsan, Jelajah Literasi Bromo dalam rangka Temu Nasional Guru Penulis adalah momentum yang sangat berharga dengan menelusuri Gunung Bromo dan destinasi lainnya yang berada di kawasan Bromo Tengger dengan menggantungkan cita-cita sebagai literat untuk bisa terkenal seperti halnya Gunung Bromo yang telah mendunia.

Perjalanan dimulai dari BBPMP Surabaya dengan tiga armada bis yang telah terparkir sejak jam 20.00 WIB, semua peserta TNGP yang berasal dari seluruh Indonesia memasuki bis dengan segala peralatan pakaian untuk menghindari dinginnya cuaca ekstrem di kawasan gunung Bromo. Tepat Jam 23.00 WIB, Tiga bis bertolak menuju arah timur yaitu Kabupaten Probolinggo. Hampir 2,5 Jam perjalanan menuju lahan parkir bis yang berada di desa Sukapura.

Panitia telah menyediakan armada Jeep sebanyak 33 buah untuk mengangkut peserta TNGP ke puncak penanjakan satu untuk melihat secara langsung sunrise. Kenapa Penanjakan satu dijadikan tempat pertama kali singgah dikawasan Bromo? Tempat ini adalah tempat yang paling tinggi di antara tempat lainnya. Kendaraan Jeep menembus tengah malam buta beriringan gelapnya malam dengan jalan terjal dan tikungan yang ekstrem. Ngeri-ngeri sedap ketika tanjakan begitu tinggi dan panjang ditambah dengan tikungan yang memotong apalagi ketika Jeep memasuki kawasan penanjakan satu yang sangat ekstrem menggoda membuat detak jantung tidak karuan. Dari parkiran bis ke penanjakan satu mebutuhkan waktu hampir satu jam.

Waktu subuh semua peserta berada di titik puncak, bagi ibu-ibu dan bapak manula boleh menyewa ojekan dengan harga yang relatif agak mahal, tinggal pintar-pintarnya kita tawar menawar harga. Ada beberapa peserta sholat subuh di puncak yang telah tersedia musholla dan kamar mandi juga tempat wudhu'. Setelah menunggu beberapa saat di puncak keadaan tempat duduk basah mau tidak mau harus menyewa karpet untuk alas duduk. Beberapa saat kemudian rona merah mulai tampak dari ufuk timur dan berganti warna kuning kebiruan, semakin lama semakin terang dan nampak wajah-wajah pengunjung yang di dominasi oleh turis lokal dan juga turis mancanegara seperti dari Perancis, China, Korea dan timur tengah. Swaselfie pun terjadi salah satu fenomena yang nenajdi ritual di momen yang paling berharga selam hisup kita. Subhanallah, keindahan terpampang nyata, kawasan Bromo menjadi lautan embun yang sangat cantik, kawah bromo mengeluarkan asap belerang yang cukup tebal yang di temani gunung Batok serta gagahnya gunung Semeru di kejauhan.

Pukul 06.00 WIB semua peserta memasuki Jeep masing-masing untuk melanjutkan perjalanan sarapan di lautan pasir, sepanjang perjalanan yang menurun membuat spot jantung kembali berdetak keras setelah mengetahui kondisi jalan yang sangat menakutkan. hingga akhirnya sarapan pagi telah tersedia di lautan pasir menambah indahnya suasana Bromo yang eksotik yang telah di sediakan oleh panitia.

ukul 08.00 WIB perjalanan dilanjutkan ke kawah gunung Bromo, jika ada peserta yang mau naik ke kawah gunung Bromo dipersilahkan, bagi yang tidak suka climbing bisa menunggu di parkiran, dengan senang hati, saya sendirian mendaki kawah Bromo yang tidak begitu jauh dari tempat parkir sekitar 2 kilometer. Pelan tapi pasti kekuatan kaki dan niat untuk mendaki sangat kuat walaupun napas ngos-ngosan hingga akhirnya mencapai bibir kawah. Subhanallah, kembali saya hadir di kawah ini, beberapa tahun sebelumnya bersama anak pertama ke kawah ini. Tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya dengan keindahannya, namun kali ini, kawah gunung Bromo terdengar suara gunung yang akan erupsi dengan kepulan asap berbau belerang yang sangat tebal terasa di hidung, lebih dari 30 menit menikmati pemandangan kawah dan akhirnya turun dari kawah menuju tempat parkir.

Berlanjut kunjungan wisata ke pasir berbisik ke arah timur, iringan jeep yang berjumlah 33 menambah serunya sepanjang perjalanan, tidak membutuhkan waktu lama, jeep telah berada di kawasan pasir berbisik, selama setengah jam di tempat itu hanya ingin tahu dan berswafoto dengan teman-teman IPP Jember dilanjutkan ke Lembah Watangan atau kita sebut dengan bukit Teletubbies sekitar 45 menit hanya berselfie ria, mengeksplor, ngopi atau sekedar mengagumi ciptaan Allah SWT.

Akhirnya Rombongan Jeep berlalu dari bukit Teletubbies, Jeep yang saya tumpangi begitu lihai dengan kepilaian sang sopir yang berpengalaman, melewati jalan berpasir, genangan air bahkan lubang menganga di terjang, seolah-olah saya ikut road race sebagai navigator, akhirnya perjalanan ini berakhir di parkiran bis dan berlanjut pulang dengan Bis berhenti di Rumah makan B. Titin Tongas Probolinggo.

===============================================================

Garahan, 02 Desember 2025 / Selasa pon, 11 Jumadil Akhir 1447 H, 15.18 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post