Episode 1 Pagi yang Mengundang Petualangan (T.674)
Pagi itu, sinar matahari menyelinap lembut di antara pepohonan tinggi di sekitar Hutan Meru Betiri. Udara terasa sejuk dan segar. Burung-burung berkicau riang, burung Kutilang yang sering singgah di pohon rambutan depan rumah Zahira seolah menyapa datangnya hari baru.
Zahira berdiri di depan rumah sambil merapikan topi rimbanya. Ransel kecil berwarna hijau sudah menggantung di punggungnya.
“Hari ini pasti seru,” gumam Zahira sambil tersenyum penuh semangat.

“Zahira, kamu yakin mau ke hutan lagi?” suara Fathir terdengar dari belakang. Kakaknya itu membawa botol minum dan wajahnya tampak ragu.
“Tentu saja, Kak. Kita cuma menjelajah pinggirannya saja,” jawab Zahira meyakinkan.
Fathir menghela napas:
“Tetap saja… itu hutan. Banyak binatang buas.”
Zahira terkekeh kecil:
“Kan kita bareng-bareng. Lagi pula, kita mau belajar, bukan cari masalah.”

“Hati-hati di hutan ya Zahira dan Kak Fathir, jaga adikmu,” Tiba-tiba Ibu keluar dari rumah menyerahkan bekal ke Fathir.
“Iya bunda, Insyaallah kami akan berhati-hati di hutan.”
Tak lama kemudian, Nisa datang sambil membawa buku catatan dan pensil.
“Aku sudah siap! Kalau menemukan sesuatu yang menarik, langsung kita catat,” katanya bersemangat.

“Wah, seperti peneliti sungguhan!” seru Afif yang datang sambil tertawa lebar.
Di belakang Afif, tampak Bagas berjalan pelan dengan wajah sedikit menunduk. Ia membawa tali kecil dan peta sederhana yang digambar sendiri.
“Bagas, kamu siap?” tanya Zahira.
Bagas mengangguk pelan.
“Siap… kalau tersesat, kita bisa pakai ini,” katanya sambil menunjukkan petanya.
Tiba-tiba terdengar suara keras,
“Hei, tunggu aku!”
Nabil berlari kecil sambil tertawa.
“Kalian hampir lupa sama aku!”
“Kamu jangan jahil ya di hutan,” kata Nisa mengingatkan.
Nabil menyeringai.
“Tenang saja, aku cuma jahil sedikit.”

Mereka pun berjalan bersama menuju pintu masuk hutan. Pepohonan besar berdiri kokoh, daun-daunnya bergoyang tertiup angin. Zahira melangkah paling depan, matanya berbinar penuh rasa ingin tahu.
“Lihat! Daun-daunnya besar sekali,” ujar Zahira kagum.
“Itu tanda hutan masih sehat,” jelas Nisa sambil membuka bukunya.
Tiba-tiba Afif berhenti.
“Eh, kalian dengar suara itu?”
Semua terdiam. Dari kejauhan terdengar suara dedaunan bergerak.
Fathir langsung menegang.
“Jangan-jangan macan tutul…”
“Itu cuma angin, Kak,” kata Zahira menenangkan.
“Tenang saja.”
Mereka melanjutkan langkah. Tak lama kemudian, Zahira melihat sebuah pohon besar dengan batang yang berbeda dari yang lain.

“Teman-teman, pohon itu aneh,” katanya sambil menunjuk.
Nisa mendekat dan membuka bukunya.
“Sepertinya ini pohon Dehaasia pugerensis. Pohon langka, Pak guru menceritakan pohon ini waktu pelajaran IPA”
“Langka?” tanya Afif penasaran.
“Iya, sangat jarang ditemukan,” jawab Nisa serius.
Zahira menatap pohon itu dengan penuh perhatian.
“Kalau langka, berarti harus dijaga, kan?”
Bagas mengangguk.
“Kalau hilang, hutan bisa rusak.”
Nabil tiba-tiba berkata,
“Kalau hutan rusak, hewan-hewan ke mana?”
Pertanyaan itu membuat mereka terdiam sejenak.
Fathir menarik napas panjang.
“Mungkin… inilah alasan kita ke sini.”
Zahira tersenyum mantap.
“Kita mulai petualangan ini bukan hanya untuk berjalan-jalan, tapi untuk menjaga alam.”
Matahari semakin tinggi. Pagi itu bukan sekadar awal hari, tetapi juga awal sebuah misi besar misi anak-anak pemberani yang ingin menjaga hutan Meru Betiri.
Dan tanpa mereka sadari, petualangan sesungguhnya baru saja dimulai.
===================================================================
Garahan, 19 Desember 2025 / Jum'at, 28 Jumadil Akhir 1447 H, 10.10 WIB

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
