Episode 10 Malam Pertama di Rimba (T.684)
Matahari perlahan tenggelam di balik pepohonan tinggi Meru Betiri. Cahaya jingga berubah menjadi kelabu, lalu gelap. Zahira dan teman-temannya berkumpul di sebuah tanah lapang kecil untuk beristirahat. Mereka mendirikan tiga tenda, satu tenda saling berdampingan.
“Kita bermalam di sini?” tanya Fathir dengan suara ragu.
Zahira mengangguk.
“Ini tempat aman dan jauh dari jalur satwa.”
Afif menyalakan senter kecil.
“Petualangan malam dimulai.”
Suara malam perlahan muncul. Jangkrik bersahut-sahutan, burung hantu berseru dari kejauhan.

“Aku nggak nyangka bisa bermalam di hutan Meru Betiri, Seram tapi keren” bisik Nabil.
Nisa menata peralatan.
“Malam hari banyak hewan keluar. Kita harus tenang.”
Bagas mengumpulkan ranting kering.
“Api kecil saja, supaya tidak mengganggu.”
Mereka duduk melingkar. Api unggun kecil menyala, menerangi wajah-wajah lelah tapi bahagia.
Zahira memandang api.
“Di siang hari kita melihat hutan, malam hari kita merasakan betapa damainya di hutan.”

Fathir tersenyum.
“Aku masih takut, tapi aku senang bersama kalian.”
Afif terkekeh.
“Takut rame-rame lebih berani.”
Tiba-tiba terdengar suara kruk… kruk… dari kejauhan.
Semua terdiam.
“Itu apa?” tanya Nabil.
Nisa mendengarkan.
“Mungkin kukang Jawa. Mereka aktif malam.”
Zahira menahan napas.
“Hewan malam juga berhak hidup tenang.”
Mereka mematikan suara, hanya mendengar alam berbicara.
Di bawah langit penuh bintang, Zahira merasa kecil namun berarti. Malam pertama di rimba mengajarkannya satu hal keberanian bukan berarti tanpa takut, tapi tetap menjaga dan menghormati alam.
Api unggun meredup, dan satu per satu mereka terlelap, ditemani suara hutan Meru Betiri.
=================================================================
Garahan, 29 Desember 2025 / Senin. 9 Rajab 1447 H, 13.29 WIB

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
