Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Episode 23 Senyum di Tengah Sederhana (T.656)

Episode 23 Senyum di Tengah Sederhana (T.656)

Pagi Sabtu itu, matahari baru saja naik di ufuk timur. Cahayanya menyelinap lewat celah-celah anyaman bambu rumah Gilang, membentuk garis-garis emas di lantai tanah.

Gilang sudah rapi sejak subuh. Seragam pramuka lengkap, sepatu hitamnya mengkilap karena disemir semalaman, tas kecilnya berisi amplop putih yang sudah ditulis dengan tulisan tangan paling rapi seumur hidupnya.

Ia berdiri di depan bapak yang sedang meneguk kopi tubruk di gelas belimbing.

“Pak… ikut Gilang ke madrasah yuk, hari ini.”

Bapak mengernyit, tersenyum kecil. Dengan bahasa isyaratnya, telapak tangannya dihadapkan ke depan kemudian tangannya menggerakkan seperti orang menggali tanah dan telapak tangannya ditutupi ke matanya,

“Ngapain, Nak? Bapak kan cuma petani, malu ketemu bu guru-bu guru.”

Gilang menggeleng cepat. Tangan Gilang menggerakkan berulang kali, melingkari wajah dengan tangannya menunjuk ke bapaknya, telunjukknya menuju ke atas, dan menggerakkan jari telunjuk dan jempolnya menyatu mengarah ke telapak tangan kirinya sepeti gerakan menulis,

“Enggak malu kok, Pak. Malah Bu Rohmah yang minta Bapak datang. Katanya… mau ada ‘berbagi kisah inspiratif’ sama orang tua murid. Dan Gilang bilang… pahlawan Gilang itu Bapak.”

Bapak terdiam. Gelas kopi di tangannya berhenti di udara.

Akhirnya ia tertawa pelan, mengusap kepala Gilang. Bapaknya mengangguk dan memegang bajunya,

“Ya sudah Bapak ganti baju dulu.”

Tiga puluh menit kemudian, di halaman MI Al-Amin Garahan sudah ramai. Orang tua murid duduk lesehan di tikar pandan, anak-anak berlarian, guru-guru sibuk menyiapkan sound sederhana.

Bapak duduk di baris paling belakang, memakai kemeja lengan pendek yang sudah agak pudar warnanya, sarung batik cokelat, dan sandal jepit terbaiknya. Ia tampak kikuk, tangannya gelisah memainkan ujung sarung.

Tiba-tiba Bu Rohmah naik ke panggung kecil.

“Anak-anak, bapak-ibu… hari ini kita punya tamu istimewa. Seorang bapak yang menjadi pahlawan di cerita juara satu lomba kabupaten kita, Bapaknya Gilang Prasetyo!”

Sorak sorai kecil terdengar. Bapak terperanjat, wajahnya langsung merah.

Gilang lari kecil ke panggung, menarik tangan bapaknya yang masih ragu.

“Ayo, Pak… naik!” tangan kanan Gilang menarik tangan bapaknya dengan bahasa isyaratnya

Dengan langkah pelan, bapak akhirnya berdiri di samping Gilang. Mikrofon kecil disodorkan Bu Rohmah ke Gilang.

Gilang memegang mikrofon lebih dulu.

“Assalamu’alaikum… nama saya Gilang. Cerita yang juara itu… tentang Bapak saya. Bapak yang tiap hari bonceng saya pakai sepeda ontel ke Madrasah. Bapak yang kalau hujan tetap ke sawah. Bapak yang pernah sakit jauh di perantauan, tapi tetap kirim uang sekolah, Bapak yang cuma bisa kasih krupuk bawang sebagai oleh-oleh, tapi buat saya itu lebih enak dari cokelat apa pun.”

Tawa kecil dan isak haru terdengar dari para ibu di belakang.

Lalu Gilang menoleh ke bapaknya, matanya berkaca-kaca tapi tersenyum lebar.

“Pak… terima kasih ya… sudah jadi pahlawan saya.”

Tangan Gilang disatukan ke dadanya dan kedua tangannya di angkat, lengan atasnya sejajar dengan bahu, lengan bawah berdiri tegak dan mengepalkan kedua tangannya.

Bapak menarik tangan bapaknya, memeluknya di depan semua orang.

Bapak tak bisa bicara. Hanya mengangguk-angguk, air matanya jatuh tanpa suara, lalu tertawa kecil sambil mengusap air mata dengan ujung sarung.

Bu Rohmah mengambil mikrofon, suaranya bergetar.

“Anak-anak… inilah pahlawan yang sesungguhnya. Bukan yang pakai jubah atau pedang. Tapi yang setiap pagi mengayuh sepeda ontel, membawa mimpi anaknya di punggungnya.”

Tepuk tangan riuh memenuhi halaman madrasah.

Di antara riuh itu, Gilang masih memeluk bapaknya erat-erat.

Dan bapak, untuk pertama kalinya, tersenyum lebar di depan orang banyak. Senyum yang sederhana, tapi penuh kebanggaan yang tak ternilai.

Senyum di tengah sederhana, yang membuat semua orang di halaman itu ikut tersenyum.

================================================================

Garahan, 11 Desember 2025 / Kamis, 20 Jumadil Akhir 1447 H, 15.16 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post