Episode 24 Ceramah Jumat, Kisah Bapak yang Tak Bisa Bicara (T.657)
Jumat Pagi saat sholat Dhuha berjama’ah untuk kelas 4, 5 dan 6. Mushollah kecil MI Al-Amin Garahan penuh sesak. Anak-anak duduk bersila di atas sajadah hijau tua, sinar matahari masuk lewat jendela anyaman bambu membentuk kotak-kotak cahaya di lantai.
Hari ini giliran kelas 5 yang mengisi ceramah Jumat anak-anak. Dan nama yang terpilih untuk jadi penceramah: Gilang Prasetyo.
Gilang naik ke mimbar kecil dengan langkah tenang. Seragam kotak-kotak biru-putihnya rapi, kopiah hitamnya sedikit miring karena terlalu sering dipakai, tapi matanya berbinar.

Ia menarik napas dalam-dalam, lalu memandang ratusan pasang mata yang menunggu.
“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh…”
Waalaikumsalam… jawab anak-anak serentak.
“Alhamdulillah, hari ini saya mau cerita tentang seorang bapak… bapak saya sendiri. Bapak yang tak pernah bisa bicara panjang-panjang, tapi setiap tindakannya berbicara lebih keras daripada kata-kata.”
Gilang menunduk sebentar, lalu melanjutkan.
“Bapak saya cuma petani. Pagi-pagi sudah ke sawah, pulang sore badannya hitam kena matahari. Kalau musim kemarau, Bapak tetap berangkat meski sawahnya retak-retak. Kalau musim hujan, Bapak tetap ke sawah meski lumpur setinggi betis. Bapak tak pernah bilang capek. Paling cuma bilang, ‘Bapak biasa aja, Nak.’”
Beberapa anak mulai terdiam.

“Dulu Bapak pernah merantau jauh ke Bali. Kerja di sebagai Pasukan Kuning. Pernah sakit parah sampai dirawat di klinik kecil. Tapi Bapak tetap kirim uang sekolah lewat temennya. Dia mengirim surat melalui teman kerjanya, Bapak cuma nulis, ‘Gilang belajar yang rajin ya, Nak.’ Padahal bapak saya bisu dan tuli, dia bisa menulis karena waktu kecilnya ia sekolah walau tidak tamat.”
Gilang tersenyum kecil, matanya mulai berkaca-kaca.
“Waktu Bapak pulang, badannya kurus. Tangan kirinya masih bengkak karena infus. Tapi di tangan kanannya… Bapak bawa plastik kresek berisi krupuk bawang. Itu oleh-olehnya buat saya. Saya tanya, ‘Pak, kok cuma krupuk?’ dengan bahasa isyaratnya, Bapak cuma ketawa, ‘Krupuk ini enak kok, Nak. Bapak pilih yang paling renyah.’”

Tawa kecil terdengar di antara anak-anak, tapi cepat berubah jadi isak pelan.
“Dan setiap pagi, Bapak bonceng saya pakai sepeda ontel butut. Kadang hujan deras, Bapak kasih jas hujan yang besar buat saya, dia sendiri basah kuyup. Saya pernah Tanya dengan bahasa isyarat: ‘Pak, kenapa Bapak rela basah?’ Bapak cuma jawab, ‘Biar kamu nggak sakit, Nak. Kalau kamu sakit, Bapak yang susah.”
Gilang menarik napas dalam.
“Bapak saya tak pernah bisa bicara panjang. Tapi setiap kayuhan sepedanya, setiap keringatnya, setiap krupuk bawangnya… itu semua bicara: ‘Bapak sayang kamu, Nak.’”
Ruangan hening.
Lalu Gilang menutup dengan suara yang sedikit bergetar:
“Jadi… kalau kalian punya bapak yang cuek, yang jarang bilang sayang, yang cuma bisa kasih krupuk atau nasi jagung… ingatlah, mereka itu pahlawan yang tak pandai bicara… tapi paling jago menunjukkan cinta lewat perjuangan.”
Gilang turun dari mimbar.
Tak ada tepuk tangan riuh. Hanya anak-anak yang saling pandang, lalu satu per satu menunduk ada yang mengusap air mata diam-diam.
Di sudut masjid, Bapak Gilang berdiri di pintu belakang. Ia datang diam-diam, hanya ingin mengintip anaknya. Tapi kini ia berdiri membelakangi semua orang, bahunya naik-turun pelan.
Bapak yang tak bisa bicara, hari ini akhirnya tahu bahwa semua diamnya selama ini, ternyata sudah didengar sangat jelas oleh hati anaknya.
=================================================================
Garahan, 12 Desember 2025 / Jum'at, 21 Jumadil Akhir 1447 H, 09.35 WIB

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
