Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Episode 26 Mimpi di Balik Sapu Bapak (T.659)

Episode 26 Mimpi di Balik Sapu Bapak (T.659)

Malam Ahad, lampu dop di teras rumah Gilang menyala terang. Meja kecil dari kayu jati bekas papan sekolah sudah penuh: buku tulis bergaris, pensil 2B yang tinggal pendek, dan secangkir teh manis hangat yang masih mengepul.

Di sampul buku tulisnya tertulis rapi:

MAJALAH ANAK MADRASAH NASIONAL “TULISAN TERBAIK EDISI KHUSUS”

Gilang duduk bersila, kopiah hitamnya masih dipakai meski sudah jam sembilan malam. Di sampingnya, Bapak sedang menyapu halaman dengan sapu lidi, gerakannya pelan dan teratur seperti biasa.

Gilang menoleh, tersenyum kecil, lalu menulis judul di halaman pertama:

Mimpi di Balik Sapu Bapak

“Assalamu’alaikum, teman-teman sekalian.

Nama saya Gilang Prasetyo, kelas 5 MI Al-Amin Garahan.

Dulu saya pernah menulis cerita tentang Bapak yang mengayuh sepeda ontel setiap pagi. Cerita itu jadi juara satu di kabupaten, lalu dibaca banyak orang.

Tapi malam ini saya mau menulis lagi. Bukan karena diminta, tapi karena saya baru sadar: ada satu mimpi yang belum saya tulis yaitu Mimpi Bapak. Setiap kali saya Tanya (dengan menggunakan bahasa isyarat tangan dan bibir)

“Pak, Dulu Bapak cita-citanya apa?” Bapak selalu ketawa, lalu jawab,

“Bapak sudah besar, Nak.” Bapak dengan gaya bahasa isyaratnya yang khas.

Tapi saya tahu, Bapak punya mimpi.

Saya tahu dari cara Bapak menyapu halaman setiap malam. Gerakannya pelan, tapi pasti. Sapu lidi itu sudah botak separuh, tapi Bapak tetap pakai, katanya sayang kalau dibuang. Saya tahu dari cara Bapak menatap sawah kalau panen bagus: matanya berbinar, tapi cepat-cepat ditutup dengan senyum biasa.

Suatu malam, waktu saya bangun mau ke kamar mandi, saya melihat bapak menulis di buku yang saya letakkan di meja teras lupa tidak di bereskan:

“Ya Allah… kalau rezeki anakku cukup, biar dia jadi orang yang bermanfaat. Bapak cuma tukang sapu, tapi kalau Gilang bisa jadi guru, dokter, atau apa saja yang bisa bantu orang lain itu sudah cukup buat Bapak.”

Saya pura-pura tidur lagi, tapi dada saya panas.

Bapak tak pernah bilang langsung, tapi setiap sapuan sapu lidi itu adalah doa. Setiap kayuhan sepeda ontel itu adalah harapan. Setiap krupuk bawang yang dibawa pulang dari perantauan itu adalah janji:

“Aku akan berjuang supaya kamu punya mimpi yang lebih besar dari mimpi Bapak.”

Jadi, teman-teman…

Kalau kalian punya bapak atau ibu yang tak pernah bilang “aku punya mimpi”, perhatikan baik-baik. Mimpinya ada di sapu lidi. Di sepeda ontel yang rantainya sering lepas. Di nasi jagung yang selalu ditambahin ikan asin, ikan pindang, tempe, tahu supaya kita kenyang.

Mimpi mereka sederhana sekali: “Semoga anakku lebih baik dari aku.”

Malam ini saya menulis ini supaya suatu hari, kalau saya lupa, saya bisa baca lagi, bahwa mimpi terbesar saya lahir dari mimpi kecil Bapak yang tak pernah diucapkan.

Terima kasih, Pak. Sapu lidi Bapak menjadi inspirasi, tapi mimpi yang Bapak tanam di hati saya masih hijau dan tumbuh terus.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh.

Gilang Ramadhan Kelas 5 MI Al-Amin Garahan

Gilang menutup buku tulisnya, lalu menoleh ke teras. Bapak masih menyapu, tak tahu bahwa setiap sapuan itu baru saja ditulis menjadi cerita paling indah versi anaknya.

Gilang tersenyum, lalu berbisik pelan:

“Nanti kalau saya jadi guru, Pak… saya akan ajak Bapak ke kelas. Biar semua anak tahu, mimpi terbesar bisa lahir dari sapu lidi yang sudah botak.”

Angin malam berhembus pelan, membawa harum bunga kamboja dari halaman tetangga. Dan di bawah lampu dop yang bergoyang, seorang anak menyimpan mimpinya, sementara seorang bapak terus menyapu tanpa tahu bahwa langkahnya malam itu baru saja diabadikan menjadi legenda kecil di hati anaknya.

===================================================================

Garahan, 14 Desember 2025 / Ahad, 23 Jumadil Akhir 1447, 11.34 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post