Episode 27 Inspirasi untuk Madrasah Lain (T.670)
Tiga minggu setelah tulisan “Mimpi di Balik Sapu Bapak” dikirim, sebuah amplop cokelat tebal datang ke MI Al-Amin Garahan.
Di dalamnya terdapat 200 eksemplar majalah anak madrasah nasional yang baru terbit. Sampul depannya berwarna kuning cerah, judul besar:
MIMPI DI BALIK SAPU BAPAK Oleh: Gilang Ramadhan, Juara 1 Lomba Menulis Kab. Jember
Bu Rohmah langsung menggelar rapat dadakan di ruang guru.
“Kita fotokopi 500 lagi, terus kita sebar ke semua madrasah se-Kabupaten Jember. Biaya ditanggung dari kas lomba kemarin. Ini bukan cuma cerita Gilang, ini cerita semua anak desa kita.”

Tak sampai seminggu, cerita itu sudah sampai ke 47 madrasah lain.
MI Ma’arif NU di Ambulu MI Al-Hidayah di Panti MI Darussalam di Kaliwates bahkan sampai MI kecil di lereng Argopuro yang cuma punya dua lokal.
Setiap madrasah punya cara sendiri merespons.
Ada yang menjadikannya bahan kultum Jumat. Ada yang menempelkan fotokopiannya di mading dengan judul “Pahlawan Tanpa Nama”. Ada yang mengadakan lomba menulis serupa dengan tema “Pahlawan di Rumahku”.
Di MI Nurul Huda, Desa Sanenrejo, seorang guru kelas 4 bernama Pak Miftah membacakan cerita itu keras-keras di depan anak-anaknya. Selesai baca, ruangan hening. Lalu seorang anak kecil bernama Rian, yang bapaknya tukang becak, tiba-tiba berdiri.
“Pak… boleh saya tulis tentang Bapak saya yang tiap malam dorong gerobak sampai subuh?”
Pak Miftah mengangguk, matanya berkaca-kaca.
“Boleh banget, Nak.”

Dua minggu kemudian, laporan mulai berdatangan ke Bu Rohmah.
17 madrasah sudah mengadakan lomba serupa. 312 cerita baru masuk tentang “pahlawan tanpa nama” di rumah masing-masing. Ada madrasah yang mengundang orang tua untuk “berbagi kisah” seperti yang dilakukan MI Al-Amin.Suatu siang, Bu Rohmah mendapat telepon dari Koordinator Pengawas Madrasah Jember.
“Bu Rohmah, minggu depan kami mau adakan pertemuan koordinator se-Jawa Timur di Surabaya. Kami minta Gilang dan bapaknya jadi narasumber utama. Tema besarnya: ‘Menggali Potensi Anak Desa Lewat Tulisan’.”
Bu Rohmah hampir menjatuhkan gagang telepon.
Malam harinyanya, ia datang ke rumah Gilang dengan motor bututnya.
“Gilang…Bapak… kalian diundang ke Surabaya. Mau cerita di depan ratusan guru dari seluruh Jawa Timur.”
Gilang menceritakan kepada bapaknya dengan menggunakan bahasa isyarat tangan dan bibirnya.
Bapak yang sedang memperbaiki sandal jepit langsung terdiam. Dengan bahasa isyaratnya, Bapak menyampaikan kepada Gilang ubtuk disampaikan ke Ibu Rohmah,
“Bu… Bapak kan cuma petani… malu…”
Gilang malah tertawa, memeluk bapaknya dari belakang. Bahasa isyarat kembalikan dipraktekkan kepada bapaknya,
“Justru itu, Pak! Bapak harus cerita… bahwa mimpi besar bisa lahir dari sapu lidi, sepeda ontel, dan nasi jagung. Biar semua anak di Jawa Timur tahu… pahlawan mereka ada di rumah masing-masing.”
Bapak menunduk, lalu tertawa kecil sambil mengusap air matanya dengan ujung kaos.
“Ya sudah… kalau buat anak-anak… Bapak ikut.”

Malam itu, di bawah lampu dop yang sama, Gilang menulis lagi di buku tulisnya:
Hari ini saya sadar, cerita kecil saya tentang Bapak ternyata jadi jalan bagi ratusan anak lain untuk menulis tentang bapak-ibu mereka.
Dan itu… lebih besar dari juara satu mana pun.
Di luar, angin malam membawa bau tanah basah. Bapak masih menyapu halaman dengan sapu lidi yang sudah botak.
Tapi kali ini, setiap sapuannya terasa berbeda. Karena sekarang, sapu lidi itu bukan lagi cuma alat bersih-bersih, tapi juga jembatan yang membawa mimpi anak-anak desa menuju tempat yang lebih luas.
===================================================================
Garahan, 15 Desember 2025 / Senin, 24 Jumadil 1447 H, 18.30 WIB

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
