Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Episode 6 Bayangan di Balik Semak (T.680)

Episode 6 Bayangan di Balik Semak (T.680)

Langkah Zahira dan teman-temannya semakin pelan. Jejak mencurigakan yang mereka temukan tadi masih terbayang di benak masing-masing. Suasana hutan Meru Betiri terasa semakin sunyi, hanya suara dedaunan dan serangga yang menemani.

Tiba-tiba…

Kraass… kraass…

Suara dari balik semak membuat mereka serempak berhenti.

“Dengar itu?” bisik Nabil dengan mata membesar.

Zahira mengangkat tangan, memberi isyarat agar semua diam. Ia menajamkan pendengarannya. Suara itu terdengar lagi, kali ini lebih dekat.

“Ada bayangan bergerak,” ujar Afif pelan sambil menunjuk semak belukar.

Fathir refleks mundur setengah langkah.

“Jangan-jangan hewan besar…”

Nisa menarik napas dalam-dalam.

“Tenang. Kita jangan membuat suara.”

Zahira melangkah sedikit ke depan, tapi tetap menjaga jarak aman. Ia berjongkok, memperhatikan semak yang bergoyang pelan.

“Kalau hewan buas, biasanya tidak bergerak seperti itu,” katanya lirih.

Prak!

Seekor burung berwarna cokelat keabu-abuan tiba-tiba terbang keluar dari semak, mengepakkan sayapnya dengan cepat.

“Aaa!” seru Nabil spontan.

Semua terdiam beberapa detik, lalu Afif tertawa kecil.

“Hanya burung hutan.”

Fathir mengusap dadanya.

“Jantungku hampir copot.”

Zahira tersenyum lega.

“Ini pelajaran penting.”

“Apa itu?” tanya Bagas.

“Di hutan, rasa takut sering muncul karena kita tidak mengenal,” jawab Zahira. “Kalau kita tenang dan mengamati, semuanya jadi lebih jelas.”

Nisa mengangguk.

“Dan kita tidak boleh langsung berprasangka buruk.”

Mereka kembali melangkah. Cahaya matahari menembus celah pepohonan, membuat bayangan bergerak di tanah. Sekarang, setiap bayangan tak lagi menakutkan, tapi justru menarik perhatian.

“Bayangan itu indah ya,” kata Nabil.

“Seperti lukisan.”

Bagas tersenyum.

“Hutan punya cara sendiri untuk bercerita.”

Zahira berhenti sejenak dan menatap sekeliling.

“Hutan ini bukan tempat untuk ditaklukkan,” katanya pelan.

“Tapi untuk dipahami.”

Semua mengangguk setuju.

Dengan langkah lebih mantap dan hati yang lebih tenang, mereka melanjutkan petualangan, siap menghadapi kejutan berikutnya apa pun bentuknya.

===================================================================

Garahan, 25 Desember 2025 / Kamis, 5 Rajab 1447 H, 19.45 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post