Episode 8 Jejak di Lumpur (T.682)
Hujan tipis yang turun semalam membuat tanah hutan Meru Betiri menjadi lembap. Setelah menyeberangi sungai, Zahira dan teman-temannya berjalan menyusuri jalur sempit yang dipenuhi lumpur cokelat kehitaman.
“Sepatuku jadi berat,” keluh Nabil sambil mengangkat kakinya yang penuh lumpur.
Afif tertawa kecil.
“Itu tandanya kita petualang sungguhan.”
Zahira tiba-tiba berhenti. Matanya tertuju pada tanah di depannya.
“Tunggu,” katanya pelan.
Semua mendekat. Di atas lumpur tampak jejak kaki besar, jelas dan masih basah.
“Itu jejak apa?” tanya Fathir dengan suara sedikit gemetar.

Nisa berjongkok, memperhatikan dengan saksama.
“Bentuknya lebar, kukunya membulat. Sepertinya jejak banteng Jawa.”
Bagas menelan ludah.
“Berarti hewannya masih ada di sekitar sini.”
Zahira mengangguk.
“Kita harus lebih waspada.”
Mereka berjalan perlahan, menjaga jarak dan suara. Setiap langkah diperhatikan agar tidak terpeleset atau menginjak jejak itu.
“Aku baru sadar,” ujar Afif,
“Kita sedang berada di rumah mereka.”
“Makanya kita harus sopan,” sahut Zahira.

Tiba-tiba terdengar suara ranting patah dari kejauhan.
Krak!
Nabil refleks bersembunyi di belakang Fathir.
“Aku nggak jahil dulu deh.”
Nisa tersenyum tegang.
“Hutan bukan tempat bercanda berlebihan.”
Mereka menepi dan menunggu. Beberapa saat kemudian, seekor banteng Jawa tampak dari balik pepohonan, tubuhnya besar dan kokoh.
“Subhanallah…” bisik Zahira.
Mereka diam, menahan napas. Banteng itu hanya lewat, lalu menghilang di balik semak.

Fathir menghela napas panjang.
“Aku takut, tapi juga kagum.”
“Takut itu wajar,” kata Bagas.
“Tapi kita tidak boleh merusak.”
Zahira menatap jejak di lumpur sekali lagi.
“Jejak ini bukti bahwa hutan Meru Betiri masih hidup.”
Mereka melangkah pergi dengan hati-hati, meninggalkan jejak sendiri yang segera tersapu angin dan waktu.
===================================================================
Garahan, 27 Desember 2025 / Sabtu, 6 Rajab 1447 H, 10.30 WIB
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
