Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Rugi tidak mengenal Mas Eko Prasetyo (T.653a)

Rugi tidak mengenal Mas Eko Prasetyo (T.653a)

Akibat belum bisa move on dari TNGP Surabaya, saya akan membahas seorang petinggi teras rumah. Anda belum tahu Mas Eko Prasetyo? rugi banget seumur hidup, kenapa? saya juga tidak tahu jawabannya. sebelum tahun 2024, saya hanya mengenal mas Eko ikut No Baper, sekilas hanya foto yang saya lihat tanpa ada pesan kesan. 

Tahun 2023 saya di ajak Ibu Ummi Royhnana dan ibu Fatimatus Zahro untuk mendaftar jadi peserta Pelatihan Editor dan Swasunting yang di adakan oleh Ikatan Pendidik Penulis Jember di hotel Luminor mendatangkan Pemimpin Redaksi Media Guru Indonesia yaitu Eko Prasetyo. Sayang sekali, saya menolak dengan halus, sehalus kain sutra yang saya pakai waktu itu hehehe...

Akhir Tahun 2024 tepatnya Tanggal 18-19 Desember 2024, Kembali petinggi IPP Jember ibu Fatimatus Zahro dan Ummi Royhana mengajak untuk ikut Pelatihan Editor dan Swasunting di Hotel 88 Jember, Entah malaikat mana untuk menjawab ajakan kedua petinggi ini, saya katakan:"Bismillah Dengan senang hati saya daftar bu," Nah Lo? kalau sudah mengatakan iya artinya ada kontribusi yang harus saya bayar, darimana uang untuk membayar kontribusi itu? minta ke Ibu negara tentunya tidak mungkin karena sudah dibelanjakan untuk kebutuhan logistik. Selang dari dua hari dari ajakan itu, Alhamdulillah saya mendapatkan rizki dari negeri dongeng, akhirnya saya transfer ke Ibu Ni'mah dan berhasil menjadi peserta.

Dari sinilah saya mengenal lebih dekat seorang motivator, Inspirator, fasilitator, mediator, mentor dan tor tor lainnya yaitu Eko Prasetyo sang Pemimpin Redaksi Media Guru Indonesia. Mas Eko sangat peka akan kebutuhan seorang guru sekaligus penulis. Di pelatihan selama dua hari saya di bantai habis-habisan untuk mengetahui cara mengedit dan swasunting artikel untuk layak menjadi sebuah buku naik cetak.

Akhir-akhir ini saya terpengaruh dan di racuni dengan kata-kata mas Eko yang selaras dengan pribadi saya, ketika saya membaca kata-kata lucu dari Mas Eko membuat saya ngakak berguling-guling seperti mau terjun ke lumpur sawah yang baru dibajak, kalau sambel bajak sangat enak bila ada tahu Garahan yang anget-anget, tapi kelucuannya mas Eko bagaikan diberi Formalin, awetnya lama bingit.

Ya, begitulah Mas Eko. Bicaranya supel, ringan, kadang seperti sahabat lama yang baru ditemui lima detik lalu. Beliau mampu membuat ruangan diskusi online yang tadinya tegang karena deadline, tiba-tiba berubah seperti acara lawak kalau beliau mulai membuka mulut. Ya Allah Mas Eko.

Mumpung tidak ada Mas Eko disini, Ia mempunyai kemampuan unik, mau tahu? sini...sini... saya bisikkan: Mas Eko pinter merangkai kalimat serius, lalu menginjeksi satu kata yang aneh tapi pas dan jitu banget.

Mas Eko punya kemampuan unik, merangkai kalimat serius, lalu menginjeksi satu kata yang aneh tapi pas. Seperti:

Kalau ndak ingin belanja, tapi tetap ingin produktif? Tenang. Di sekitar BBPMP Jatim, masih ada lahan singkong. Yang penting, sabar dan momentum yang tepat, yakni malam hari. Kuatkan niat dan cukupkan nyali. Jangan lupa berlatih sebelum beraksi, perkuat lengan saat mencabutnya diam-diam.    Nah, tadi sore saya memimpin rapat koordinasi terbatas dengan Mas Yasin, trainer MediaGuru, dan Om Roy, redaktur pelaksana Majalah Literasi Indonesia. Saya mengingatkan Om Roy dan Mas Yasin untuk bisa menjaga diri karena keduanya masuk dalam daftar ”sugar daddy” yang bakal jadi sasaran utama swafoto ibu-ibu guru. Apalagi, di antara sekitar 200 peserta yang ikut, 70 persen di antaranya adalah emak-emak dan 10 persen merupakan mahasiswi pascasarjana berusia matang. Wa…ta…ta…ta….  Setelah mengucapkan terima kasih, saya membawa paket dari Jember itu. Ternyata isinya keripik singkong presto dan suwar-suwir khas Jember.Yaa Allaaaaaah….derai air mata ini serasa tak terbendung. Itu kesukaan saya. Saat mencicipinya pada gigitan pertama, suara kriuknya santun sekali. Gigi ndak ngoyo saat mengunyahnya. Masyaallah nikmatnya bukan main. 

 

Kadang orang bingung, apakah beliau sedang memberikan motivasi, satire, atau sedang lapar. Saya terbawa ke alam kebingungan.  Beliau tipe “humor bawaan pabrik.” Tanpa rencana, tanpa skrip, tanpa permisi humor langsung muncul. Bahkan saat beliau diam, orang di dekatnya kadang tetap tertawa… mungkin karena menunggu “ledakan kata berikutnya.”

Mas Eko memang pemimpin yang berkarakter. Salut gery, choki-choki, siiip atau lainnya, renyah dan gurih. 

=================================================================

Garahan, 08 Desember 2025 / Senin, 17 Jumadil Akhir 1447 H, 10.41 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post