Episode 24. Suara Anak-Anak untuk Alam (T.698)
Langkah Zahira dan teman-temannya melambat saat mereka meninggalkan pos penjaga Taman Nasional Meru Betiri. Suara hutan kembali menyambut desir angin di antara daun, kicau burung yang berkejaran, dan aroma tanah lembap yang menenangkan. Namun kali ini, ada sesuatu yang berbeda di dalam hati mereka.
“Pak Ardi benar ya,” ujar Afif pelan.
“Ternyata apa yang kita lihat dan catat bisa sangat berarti.”
Zahira mengangguk. Ia teringat bagaimana Pak Ardi menempelkan tanda kecil di peta besar, tepat di lokasi yang mereka laporkan. Sebuah titik mungil, tetapi dampaknya bisa besar.
“Aku kira suara anak-anak itu kecil dan tak berguna” kata Zahira.
“Tapi ternyata… kalau kita peduli dan bertanggung jawab, suara itu bisa didengar.”

Mereka berhenti sejenak di bawah pohon rindang. Nisa membuka kembali buku catatannya, kali ini bukan untuk mencatat data, melainkan untuk menulis satu kalimat besar di halaman terakhir: Kami menjaga alam dengan cara kami.
“Bagaimana kalau nanti kita ceritakan ini ke teman-teman di sekolah?” usul Nabil sambil menyimpan ponselnya.
“Biar mereka tahu kalau hutan bukan cuma tempat wisata, akan tetapi rumah banyak makhluk hidup.”
Fathir tersenyum.

“Kita juga bisa bikin poster jalur aman dan cara mengamati alam tanpa merusak.”
Ide-ide kecil bermunculan. Mereka saling berbagi gagasan dengan mata berbinar. Tak ada yang merasa terlalu kecil atau tak berarti. Justru sebaliknya, mereka sadar bahwa kepedulian dimulai dari keberanian untuk bersuara.
Zahira menatap hutan Meru Betiri sekali lagi.
“Hutan ini sudah bicara pada kita,” katanya lirih.
“Sekarang giliran kita yang menyuarakannya.”
Di bawah langit biru yang cerah, enam anak itu melangkah pulang dengan tekad baru. Mereka bukan hanya saksi alam, tetapi penyampai pesan. Karena mereka tahu, suara anak-anak jika jujur dan peduli dapat menjadi gema yang melindungi bumi.
====================================================================
Garahan, 12 Januari 2026 / Senin, 21 Rajab 1447 H, 10.02 WIB

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
