Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Episode 26. Bantuan Akhirnya Datang (T.700)

Episode 26. Bantuan Akhirnya Datang (T.700)

“Aku tidak melihat penanda jalur di peta,” ujar Fathir pelan sambil menatap kompas di tangannya. Jarumnya masih bergerak stabil, tapi arah yang mereka tuju terasa asing.

Zahira menoleh ke sekeliling. Kabut tipis mulai turun, menelan jarak pandang. Pohon-pohon tinggi tampak serupa satu sama lain, seakan hutan sedang bermain teka-teki dengan mereka. Meski begitu, Zahira berusaha tersenyum agar teman-temannya tetap tenang.

“Kita berhenti sebentar,” katanya mantap.

“Jangan memaksakan diri.”

Mereka berlindung di bawah pohon besar yang akarnya mencuat dari tanah seperti kursi alami. Nisa duduk paling dekat batang pohon, memeluk buku catatannya erat-erat. Beberapa halaman sudah lembap, tapi tulisannya masih terbaca. Nabil mengeluarkan jas hujan tipis dari ransel dan membaginya bergantian. Afif dan Bagas membantu membersihkan lumpur dari sepatu teman-teman agar tidak semakin berat.

Waktu terasa berjalan lambat. Suara hujan mendominasi segalanya. Zahira mulai merasakan kegelisahan, meski ia berusaha menyembunyikannya. Ia teringat pesan Pak Ardi, penjaga hutan: Jika cuaca berubah buruk, jangan ragu mencari bantuan.

“Tanda darurat,” kata Bagas tiba-tiba. Ia menunjuk peluit kecil yang tergantung di ransel Zahira.

Zahira mengangguk. Dengan napas dalam, ia meniup peluit itu tiga kali panjang, teratur, dan penuh harap. Suaranya menembus hujan dan kabut, menghilang di antara pepohonan.

Mereka menunggu.

Satu menit. Dua menit. Hujan masih turun, dan rasa cemas mulai menyelinap. Nabil menggenggam kompas, Fathir terus memeriksa peta, sementara Nisa menutup mata sejenak, berdoa dalam diam.

Lalu, samar-samar, terdengar suara lain.

“Piiit… piiit…”

Zahira membuka mata lebar:

“Kalian dengar itu?”

Suara peluit kembali terdengar, kali ini lebih jelas. Dari kejauhan, terlihat bayangan dua orang bergerak cepat di antara pepohonan. Seragam hijau tua, topi lapangan, dan jas hujan penjaga hutan.

“Pak Ardi!” seru Zahira tanpa sadar.

Tak lama kemudian, dua ranger berdiri di hadapan mereka. Wajah mereka tampak lega melihat keenam anak itu dalam keadaan selamat meski basah kuyup.

“Kami menerima sinyal darurat dari pos,” kata Pak Ardi sambil tersenyum hangat. “Kalian mengambil keputusan yang tepat untuk berhenti dan memberi tanda.”

Rasa lega seketika mengalir di dada Zahira. Nisa tersenyum, hampir menangis. Fathir menghela napas panjang, seakan baru menyadari betapa tegang dirinya sejak tadi.

Para ranger segera membantu. Mereka memberikan jas hujan tambahan, mengecek kondisi masing-masing anak, dan menunjukkan jalur aman kembali ke pos terdekat. Langkah mereka kini lebih ringan, bukan karena lumpur menghilang, tetapi karena rasa aman telah kembali.

Saat berjalan, Pak Ardi menoleh pada Zahira dan teman-temannya.

“Hutan memang indah, tapi juga penuh tantangan. Kalian sudah belajar satu hal penting hari ini keberanian harus selalu disertai kebijaksanaan.”

Zahira mengangguk pelan. Di tengah hujan dan lumpur, ia menyadari satu hal: petualangan bukan tentang sejauh apa melangkah, tetapi tentang bagaimana saling menjaga dan tahu kapan meminta bantuan.

Dan di balik derasnya hujan hari itu, tumbuhlah harapan bahwa mereka semakin siap menjadi sahabat sejati bagi alam.

==============================================================================================

Garahan. 14 Januari 2026 / Rabu, 22 Rajab 1447 H, 08.11 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post