Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Episode 28 Zahira dan Mimpi Besarnya (T.702)

Episode 28 Zahira dan Mimpi Besarnya (T.702)

Pagi itu, kabut tipis masih menggantung di antara pepohonan Meru Betiri. Sinar matahari perlahan menembus celah daun, memantulkan cahaya keemasan di tanah hutan yang lembap. Zahira berdiri sejenak di depan pos penjaga, memandang hutan dengan perasaan berbeda. Bukan lagi sekadar kagum, melainkan merasa terhubung, seolah hutan itu memanggilnya untuk menjaga dan merawatnya.

 

Di bangku kayu depan pos, Zahira duduk bersama Nisa. Ia membuka buku catatan kecilnya, namun kali ini bukan untuk menulis data. Ia menggambar pohon besar dengan akar kuat dan menuliskan satu kalimat pelan di bawahnya:

 

“Aku ingin menjaga hutan ini.” Nisa tersenyum melihatnya, seolah memahami bahwa mimpi Zahira sedang tumbuh.

 

 

Tak jauh dari sana, Pak Ardi memperhatikan mereka. Ia mendekat dan bertanya dengan suara tenang,

 

“Apa yang kamu tulis, Zahira?” Dengan sedikit ragu namun mata berbinar, Zahira menjawab,

 

“Aku ingin menjadi penjaga alam, Pak. Seperti Bapak dan para ranger.” Pak Ardi tersenyum bangga.

 

“Hutan selalu membutuhkan orang-orang yang mencintainya sejak kecil.”

 

Siang itu, Zahira dan teman-temannya ikut membantu kegiatan ringan bersama ranger. Zahira menanam bibit pohon dengan hati-hati, menepuk tanah di sekelilingnya. Setiap sentuhan tanah terasa seperti janji pada masa depan. Dalam benaknya, ia membayangkan dirinya

 

 

Saat hari mulai sore, mereka duduk melingkar di tepi hutan. Angin lembut berembus, membawa suara alam yang menenangkan. Zahira menatap langit jingga dan berkata pelan,

 

“Kalau kita punya mimpi baik untuk alam, alam pasti menjaga kita juga.” Teman-temannya mengangguk, merasa mimpi Zahira kini menjadi mimpi bersama.

 

Malam itu, sebelum meninggalkan Meru Betiri, Zahira menoleh sekali lagi ke arah hutan. Di dalam hatinya, ia tahu perjalanan masih panjang. Namun satu hal telah pasti: mimpinya telah menemukan arah. Dan dari hutan itulah, mimpi seorang penjaga alam kecil mulai tumbuh, kuat dan penuh harapan.

===============================================================================================

Garahan, 16 Januari 2026 / Jumat, 27 Rajab 1447 H, 07.42 WIB

 

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post