Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Episode 29 Pelajaran dari Meru Betiri (T.703)

Episode 29 Pelajaran dari Meru Betiri (T.703)

Pagi itu, Meru Betiri terasa berbeda. Bukan karena cuaca atau suara burung yang lebih nyaring, melainkan karena keenam anak itu kini melangkah dengan kesadaran baru. Mereka tak lagi melihat hutan sebagai tempat petualangan semata, tetapi sebagai rumah yang harus dijaga. Setiap langkah mereka lebih pelan, setiap pandangan lebih penuh perhatian.

 

 

Afif dan Bagas yang biasanya paling bersemangat kini belajar menahan diri. Mereka membersihkan jalur kecil agar tetap aman bagi pengunjung dan satwa. Dari kegiatan sederhana itu, mereka menyadari bahwa menjaga alam tidak selalu berarti melakukan hal besar, tetapi melakukan hal kecil dengan konsisten dan penuh tanggung jawab.

 

 

Nabil mencatat perubahan tanah pascahujan, sementara Fathir mengamati tanaman muda yang mulai tumbuh. Mereka berdiskusi pelan, seolah takut mengganggu hutan yang sedang bekerja memulihkan dirinya. Dari pengamatan itu, mereka belajar bahwa alam selalu memberi tanda, asalkan manusia mau belajar membaca dan menghargainya.

 

 

Nisa mencatat bukan hanya data, tetapi juga perasaan. Ia menuliskan bagaimana rasa peduli tumbuh perlahan di hati mereka semua. Baginya, catatan hari itu adalah saksi bahwa perubahan sikap bisa dimulai dari pengalaman langsung, bukan sekadar nasihat atau aturan.

 

 

Zahira merasakan sesuatu yang baru bersemi dalam dirinya. Hutan telah mengajarinya tentang tanggung jawab, kerja sama, dan keberanian untuk peduli. Ia tahu, perjalanan ini bukan akhir, melainkan awal dari mimpi yang lebih besar mimpi untuk menjaga alam sepanjang hidupnya.

 

Pak Ardi tersenyum melihat perubahan mereka.

 

“Kalian tidak pulang dengan tangan kosong,” katanya bijak.

 

“Kalian membawa pelajaran yang jauh lebih berharga.” Kata-kata itu tertanam kuat di hati mereka, menjadi bekal yang akan mereka bawa ke mana pun melangkah.

 

 

Saat mereka meninggalkan Meru Betiri, hutan seakan ikut mengantar. Keenam anak itu telah berubah lebih peduli, lebih bijak, dan lebih bertanggung jawab. Mereka tahu, pelajaran dari Meru Betiri akan hidup dalam setiap pilihan yang mereka ambil, hari ini dan seterusnya.

==============================================================================================

Garahan, 17 Januari 2026 / Sabtu, 28 Rajab 1447 H, 08.12 WIB

 

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post