Episode 7 Pertanyaan yang Membuat Diam (T.712)
Bel istirahat baru saja berbunyi ketika suara tawa kecil terdengar dari sudut kelas. Beberapa anak masih berdiri di dekat meja mereka, membandingkan hasil gambar sambil menunjuk-nunjuk kertas satu sama lain. Ada yang bangga, ada yang saling memuji, ada pula yang tak segan meremehkan.
Fathir sudah hampir selesai merapikan tasnya ketika sebuah suara melayang ke arahnya.
“Kalau cuma satu warna, itu namanya gambar atau coretan?” Tawa kecil kembali menyusul.

Fathir berhenti sejenak. Tangannya yang memegang resleting tas mengendur. Ia mendengar kata-kata itu dengan jelas. Terlalu jelas. Namun ia tidak menoleh. Pandangannya tetap tertuju pada krayon hijau yang sudah tersimpan rapi di bagian paling atas tasnya.
“Apa nggak bosan hijau terus?” “Kenapa nggak minta orang tua beliin yang lengkap?”
Pertanyaan-pertanyaan itu datang seperti hujan kecil tidak deras, tapi cukup untuk membuat hati dingin. Fathir menarik napas pelan. Ia bisa saja menjawab. Bisa saja berkata bahwa krayon itu hadiah lama. Bahwa krayon itu satu-satunya yang ia punya. Atau bahwa hijau adalah warna yang paling ia sukai.
Tapi ia memilih diam.
Diam bukan karena ia tak punya jawaban, melainkan karena ia tahu tidak semua pertanyaan perlu dibalas. Ada hal-hal yang cukup dijaga di dalam hati. Seperti rasa syukur. Seperti mimpi kecil yang belum ingin ia pamerkan pada siapa pun.
Ia menutup tasnya perlahan, lalu berdiri. Saat melangkah keluar kelas, wajahnya tetap tenang. Tidak ada air mata. Tidak ada amarah. Hanya langkah kecil yang mantap.

Di dalam dadanya, krayon hijau itu seolah berbisik: Tidak apa-apa. Kita tahu artinya. Dan bagi Fathir, itu sudah lebih dari cukup.
==============================================================================================
Garahan, 27 Januari 2026 / Selasa, 10 Sya'ban 1447 H, 10.55 WIB

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
