Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Episode 9 Krayon Hampir Habis (T.714)

Episode 9 Krayon Hampir Habis (T.714)

Suatu pagi, saat pelajaran seni kembali tiba, Fathir memegang krayon hijau itu lebih lama dari biasanya. Ia memutarnya pelan di antara jari-jarinya yang kecil. Krayon itu kini terasa semakin pendek. Ujungnya semakin tumpul, tubuhnya semakin ringan. Ada bagian kertas pembungkus yang hampir lepas seluruhnya. Untuk pertama kalinya, muncul rasa yang belum pernah benar-benar ia sadari sebelumnya, cemas.

 

          Fathir bukan tidak tahu bahwa krayon bisa habis. Ia sering melihat pensil teman-temannya yang menyusut, penghapus yang mengecil, atau buku yang halaman akhirnya kosong. Namun krayon hijau miliknya terasa berbeda. Krayon itu bukan sekadar benda. Ia adalah teman setia. Ia adalah saksi diam dari perjalanan kecilnya dari rumah bambu, jalan pagi menuju madrasah, hingga meja kayu di kelas seni.

 

 

Saat krayon itu menyentuh kertas, warna hijau masih keluar, tetapi tidak lagi sepekat dulu. Garisnya mulai terputus-putus jika ditekan terlalu pelan. Jika ditekan terlalu kuat, krayon itu terasa rapuh, seolah bisa patah kapan saja. Setiap goresan kini terasa seperti penghitungan: berapa banyak yang tersisa, dan berapa lama lagi ia bisa bertahan.

 

          Di rumah, Fathir mulai lebih berhati-hati. Ia tidak lagi mencoret-coret kertas sembarangan. Jika dulu ia menggambar daun, kini ia hanya menggambar satu helai. Jika dulu ia mengisi bidang dengan penuh, kini ia memilih garis-garis tipis yang sederhana. Bukan karena ia tidak ingin menggambar, tetapi karena ia ingin krayon itu bertahan lebih lama.

 

          Kadang, sebelum tidur, Fathir membuka tasnya diam-diam. Ia memastikan krayon hijau itu masih ada di tempatnya di bagian paling atas. Ia menyentuhnya sebentar, lalu menutup tas kembali. Ada doa kecil yang tak terucap, agar krayon itu tidak cepat habis. Agar ia masih bisa menggambar esok hari.

 

 

Di kelas, ketika melihat teman-temannya bebas memilih warna, mematahkan krayon tanpa ragu, atau mengganti dengan yang baru, dada Fathir terasa sedikit sesak. Bukan iri, melainkan takut. Takut suatu hari ia duduk di bangku kayu itu tanpa apa pun di tangannya. Takut suatu hari ia hanya bisa menatap kertas putih tanpa warna hijau yang menemaninya.

 

          Namun Fathir tidak mengeluh. Ia tidak meminta. Ia tahu orang tuanya bekerja keras untuk kebutuhan yang lebih penting. Ia tahu, tidak semua keinginan harus segera dipenuhi. Maka kecemasan itu ia simpan sendiri, rapi seperti ia menyimpan krayonnya.

 

 

Di tengah rasa takut itu, Fathir belajar sesuatu yang baru, menghargai setiap goresan. Setiap garis hijau kini dibuat dengan penuh kesadaran. Tidak ada yang terburu-buru. Tidak ada yang sia-sia. Ia belajar bahwa keterbatasan tidak selalu berarti kekurangan kadang justru mengajarkan ketelitian dan rasa syukur.

 

          Krayon hijau itu memang hampir habis. Tapi selama masih ada sedikit warna yang bisa keluar, Fathir akan tetap menggambar. Bukan karena ia tidak takut kehilangannya, melainkan karena ia tahu: yang paling berharga bukan hanya krayonnya, melainkan makna yang telah tumbuh bersamanya.

 

          Dan diam-diam, di dalam hatinya, Fathir mulai memahami satu hal penting jika suatu hari krayon itu benar-benar habis, mungkin ia sudah cukup kuat untuk menemukan warna hijau itu di tempat lain. Di ingatan. Di doa. Di harapan yang tak pernah benar-benar habis.

============================================================================================

Garahan, 29 Januari 2026 / Kamis, 10 Sya'ban 1447 H, 08.10 WIB

 

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post