Episode 18 Tidak Punya Alat Baru (T.723)
Pagi itu, daftar peserta lomba ditempel di papan pengumuman. Kertasnya putih bersih, huruf-hurufnya tegas. Beberapa nama sudah dilingkari spidol merah tanda siswa yang akan mewakili kelas. Fathir berdiri agak jauh, membaca pelan, lalu mundur selangkah. Namanya belum ada. Ia merasa lega sekaligus kosong.
Di sudut tasnya, krayon hijau tinggal serpih. Pensil warnanya habis. Kuas tak punya. Cat apalagi. Ia membayangkan teman-temannya dengan alat baru: spidol kaligrafi, tinta hitam mengilap, kertas tebal yang tak mudah robek. Fathir menelan ludah. Tangannya terasa ringan, seolah tak membawa apa-apa.

Sepulang sekolah, ia singgah sebentar di warung alat tulis. Dari balik kaca, deretan pena kaligrafi berkilau. Ia menghitung uang receh di saku tak cukup. Fathir memalingkan wajah, melangkah pergi dengan hati yang makin pelan.
Malamnya, ia duduk di depan meja rendah. Kertas putih tergeletak, menunggu. Krayon hijau itu masih di tas. Fathir menghela napas panjang. “Mungkin bukan aku,” gumamnya. Bayangan lomba terasa jauh, seperti puncak bukit tanpa jalan setapak.

Namun sebelum lampu dipadamkan, ia teringat kalimat yang pernah ia tulis sendiri tentang garis yang lurus bukan karena alatnya, melainkan karena niatnya. Fathir merogoh tas. Ia mengeluarkan serpih krayon itu, meletakkannya di tengah kertas.
Tangannya gemetar, lalu berhenti. Untuk sesaat, ia hampir menutup kembali tasnya mengurungkan niat. Tapi kemudian, dengan pelan, ia menarik napas, menunduk, dan berkata pada dirinya sendiri: bukan soal alat baru, melainkan keberanian memulai.
Serpih krayon menyentuh kertas. Garis pertama muncul tipis, sederhana, tapi jujur.
====================================================================
Garahan, 07 Februari 2026 / Sabtu, 20 Sya'ban 1447 H, 07.29 WIB

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
