Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Episode 23 Goresan Terakhir Krayon Hijau (T.729)

Episode 23 Goresan Terakhir Krayon Hijau (T.729)

Ruang lomba semakin sunyi. Bukan karena tidak ada suara gesekan pena, bisik kecil, dan langkah pelan tetap terdengar tetapi karena setiap peserta tenggelam dalam dunianya sendiri.

 

Di meja Fathir, garis-garis hijau telah memenuhi sebagian besar kertas. Tidak ramai, tidak berlapis-lapis, namun tersusun dengan ketekunan yang sabar.

 

Ia mengangkat krayon kecil itu sekali lagi.

 

Ujungnya sudah sangat pendek. Hampir rata dengan jemarinya. Hampir tak bisa digenggam.

 

Untuk sesaat, tangannya berhenti.

 

Ia tidak panik. Tidak pula tergesa.

 

Ia hanya memandang kertas di depannya lalu memandang krayon kecil itu seolah mengucapkan terima kasih tanpa kata.

 

Perlahan, ia menarik satu garis lagi. Tipis. Hati-hati. Seperti menaruh sesuatu yang berharga di tempat terakhirnya.

 

Garis itu selesai.

 

Fathir mencoba menarik lagi namun krayon itu tidak lagi meninggalkan warna. Hanya sentuhan ringan yang tidak berbekas.

 

Ia menatap ujung krayon yang kini benar-benar habis.

 

Tidak ada sisa.

 

Tangannya menutup perlahan. Bukan dengan kecewa, tetapi dengan tenang.

 

Ia meletakkan serpihan kecil itu di atas meja, tepat di samping kertasnya.

 

Sejenak ia menunduk.

 

Di dalam hatinya tidak ada kekosongan. Yang ada justru rasa cukup yang hangat.

 

Ia teringat langkah paginya. Teringat senyum ibunya. Teringat anggukan Ustadz Saiful. Teringat doa yang pernah ia bisikkan dalam sunyi.

 

Dan kini ia mengerti warna boleh habis, alat boleh selesai, tetapi niat yang jujur tidak pernah berhenti memberi arti.

 

Fathir mengangkat kertasnya dengan kedua tangan. Ia tidak menilai apakah hasilnya indah. Ia tidak membandingkan dengan karya siapa pun.

 

Ia hanya tahu satu hal sederhana:

 

Ia telah memberikan seluruh yang ia miliki.

 

Dan itu sudah cukup.

 

Di tengah ruangan yang penuh warna dan peralatan lengkap, sebuah karya sederhana dengan satu warna hijau terletak tenang seperti bisikan kecil tentang keberanian yang tidak perlu terlihat besar untuk menjadi nyata.

===============================================================================================

Garahan, 13 Februari 2026 / Jum'at Legi, 23 Sya'ban 1447 H, 00.10 WIB

 

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post